BPJamsostek Jamin Biaya Pemasangan Tangan Robotik Tangan Pekerja yang Diamputasi
Senin, 13 Juni 2022 - 16:11 WIB
Jumat lalu (3/6/2022), Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) melihat langsung pemasangan protese tangan robotik tersebut di rumah sakit RSND, Semarang.
Anggoro mengatakan kehadirannya di Semarang untuk menyaksikan langsung proses pemasangan hingga penggunaan filly hand yang merupakan hasil inovasi dan karya terbaik anak-anak bangsa.
“Kita perlu mengapresiasi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), yang telah banyak membuat protese untuk membantu masyarakat yang membutuhkan alat-alat bantu. Ini akan menambah semangat dan motivasi pasien kecelakaan kerja dalam menjalani kehidupannya ke depan,” jelas Anggoro dikutip Senin (13/6/2022).
Filly hand adalah inovasi yang dikembangan para ahli di Universitas Diponegoro. Tangan palsu jenis ini memiliki sejumlah keunggulan yakni mudah dioperasikan, harganya jauh lebih murah dan 90% suku cadangnya tersedia di dalam negeri.
“Ini merupakan salah satu fokus kami untuk memberikan fasilitas-fasilitas terbaik bagi peserta, sehingga jika risiko terjadi, pekerja akan langsung tertangani dengan optimal,” ungkap Anggoro.
Anggoro mengatakan kehadirannya di Semarang untuk menyaksikan langsung proses pemasangan hingga penggunaan filly hand yang merupakan hasil inovasi dan karya terbaik anak-anak bangsa.
“Kita perlu mengapresiasi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), yang telah banyak membuat protese untuk membantu masyarakat yang membutuhkan alat-alat bantu. Ini akan menambah semangat dan motivasi pasien kecelakaan kerja dalam menjalani kehidupannya ke depan,” jelas Anggoro dikutip Senin (13/6/2022).
Filly hand adalah inovasi yang dikembangan para ahli di Universitas Diponegoro. Tangan palsu jenis ini memiliki sejumlah keunggulan yakni mudah dioperasikan, harganya jauh lebih murah dan 90% suku cadangnya tersedia di dalam negeri.
“Ini merupakan salah satu fokus kami untuk memberikan fasilitas-fasilitas terbaik bagi peserta, sehingga jika risiko terjadi, pekerja akan langsung tertangani dengan optimal,” ungkap Anggoro.
Lihat Juga :