NBRI Dorong Indonesia Mandiri Energi
Selasa, 21 Juni 2022 - 14:55 WIB
"Bagi National Battery Research Institute tentu ini merupakan sebuah kehormatan, bahwa ide untuk dapat menyuarakan pentingnya pengetahuan tentang baterai diapresiasi oleh semua kalangan masyarakat serta mendapat dukungan dari sektor Industri, mitra kita di dalam dan luar negeri, serta pemerintah," kata Evvy.
Terbangunnya dialog konstruktif diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan khususnya bagi Indonesia dalam memperkuat sektor baterai.
"Kami juga berharap melalui ICB-REV2022 semua partisipan mendapatkan informasi yang first-hand dari para expert guna memupuk kesiapan kita untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) serta realisasi percepatan kendaraan listrik," katanya.
Senada juga disampaikan Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi. Dalam kata pengantarnya ia menyebut bahwa penelitian terkait baterai di Indonesia sangat menarik karena baterai adalah energi masa depan.
"BRIN juga melakukan riset dan pengembangan SDM soal baterai. Ada riset grup, ada nano teknologi dan material," katanya.
Menurutnya, ada peluang kolabrisasi riset baterai antara BRIN dan lembaga riset lainnya baik nasional maupun level internasional. Apalagi BRIN memiliki banyak periset yang fokus pada masalah baterai dan energi terbarukan.
BRIN akan terus berupaya mendorong sejumlah pihak untuk tidak akan sekadar fokus membuat kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBBL) pengganti mobil konvensional tetapi juga akan face to face dengan pemain-pemain global yang sudah jauh lebih established pada sektor ini.
Terbangunnya dialog konstruktif diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan khususnya bagi Indonesia dalam memperkuat sektor baterai.
"Kami juga berharap melalui ICB-REV2022 semua partisipan mendapatkan informasi yang first-hand dari para expert guna memupuk kesiapan kita untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) serta realisasi percepatan kendaraan listrik," katanya.
Senada juga disampaikan Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi. Dalam kata pengantarnya ia menyebut bahwa penelitian terkait baterai di Indonesia sangat menarik karena baterai adalah energi masa depan.
"BRIN juga melakukan riset dan pengembangan SDM soal baterai. Ada riset grup, ada nano teknologi dan material," katanya.
Menurutnya, ada peluang kolabrisasi riset baterai antara BRIN dan lembaga riset lainnya baik nasional maupun level internasional. Apalagi BRIN memiliki banyak periset yang fokus pada masalah baterai dan energi terbarukan.
BRIN akan terus berupaya mendorong sejumlah pihak untuk tidak akan sekadar fokus membuat kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBBL) pengganti mobil konvensional tetapi juga akan face to face dengan pemain-pemain global yang sudah jauh lebih established pada sektor ini.
(ind)
Lihat Juga :