NBRI Dorong Indonesia Mandiri Energi
Selasa, 21 Juni 2022 - 14:55 WIB
Menurut Prof Evvy, baterai menjadi komponen penting untuk mencapai target zero emisi dan mendukung mobil listrik di Indonesia. Karena itu, NBRI sebagai sebuah lembaga yang menjalankan riset baterai terus berupaya mendorong Indonesia mandiri energi melalui kolaborasi dengan industri dan lembaga riset lainnya.
"Targetnya pada 2024 kami membangun kampus baterai untuk melakukan pendidikan dan latihan tentang baterai," katanya.
NBRI merupakan platform yang menyatukan ilmuwan, akademisi, mitra industri, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan yang fokus pada teknologi baterai dan energi terbarukan. Tujuan utamanya adalah mendorong dan mendukung industri pembuatan baterai yang menggunakan sumber daya lokal, yang akan memungkinkan Indonesia mandiri dalam energi.
"Visi kami untuk NBRI adalah mengumpulkan semua pemangku kepentingan Indonesia dalam penelitian dan produksi baterai, untuk membantu membentuk penelitian baterai nasional yang kuat dan meningkatkan visibilitas penelitian baterai di tingkat pemerintah," kata Evvy.
Baca juga: KJRI New York Fasilitasi MoU Investasi Pabrik Baterai Rp4,35 T di Sulawesi dan Sumatera
ICB-REV2022 menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN Ratno Nuryadi, Agus Tjahajana Wirakusumah (Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), Prof BVR Chowdari (Direktur Regional IUMRS), Prof Bambang PS Brodjonegoro (Co-Chair T20 Presidensi G20 Indonesia), Prof Colin Grant (Vice Principal of International, Queen Mary University of London), Komjen Pol (Purn) Nanan Sokarna (Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia), dan lainnya.
Terdapat 43 institusi, 8 pembicara utama, 16 pembicara pleno, 8 pembicara tamu, dan 21 kontributor lisan yang terlibat dalam ICB-REV2022 ini. Dari makalah-makalah yang masuk, 36% tentang electric vehicles, 21% tentang renewable energy, dan 43% tentang battery.
"Targetnya pada 2024 kami membangun kampus baterai untuk melakukan pendidikan dan latihan tentang baterai," katanya.
NBRI merupakan platform yang menyatukan ilmuwan, akademisi, mitra industri, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan yang fokus pada teknologi baterai dan energi terbarukan. Tujuan utamanya adalah mendorong dan mendukung industri pembuatan baterai yang menggunakan sumber daya lokal, yang akan memungkinkan Indonesia mandiri dalam energi.
"Visi kami untuk NBRI adalah mengumpulkan semua pemangku kepentingan Indonesia dalam penelitian dan produksi baterai, untuk membantu membentuk penelitian baterai nasional yang kuat dan meningkatkan visibilitas penelitian baterai di tingkat pemerintah," kata Evvy.
Baca juga: KJRI New York Fasilitasi MoU Investasi Pabrik Baterai Rp4,35 T di Sulawesi dan Sumatera
ICB-REV2022 menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN Ratno Nuryadi, Agus Tjahajana Wirakusumah (Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral), Prof BVR Chowdari (Direktur Regional IUMRS), Prof Bambang PS Brodjonegoro (Co-Chair T20 Presidensi G20 Indonesia), Prof Colin Grant (Vice Principal of International, Queen Mary University of London), Komjen Pol (Purn) Nanan Sokarna (Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia), dan lainnya.
Terdapat 43 institusi, 8 pembicara utama, 16 pembicara pleno, 8 pembicara tamu, dan 21 kontributor lisan yang terlibat dalam ICB-REV2022 ini. Dari makalah-makalah yang masuk, 36% tentang electric vehicles, 21% tentang renewable energy, dan 43% tentang battery.
Lihat Juga :