Dibayangi Kecemasan Resesi, Wall Street Dibuka Bertaji
Selasa, 21 Juni 2022 - 22:43 WIB
Sementara itu, dua benchmark minyak mentah menguat. Minyak WTI tumbuh 2% menjadi USD110,25 per barel, sedangkan minyak Brent naik 1,2% menjadi USD115,46 per barel.
Baca juga: Resesi Bakal Datang! CEO Morgan Stanley: Peluang Terjadinya 50-50
Bursa saham AS sedang mengalami minggu terburuknya menyusul sentimen kekhawatiran terhadap resesi, setelah Federal Reserve atau Fed menaikkan suku bunga tiga perempat poin persentase dan menyarankan lebih banyak hal yang sama pada pertemuan Juli mendatang.
Menteri Keuangan Janet Yellen sebelumnya memperkirakan akan ada perlambatan ekonomi, sedangkan resesi kemungkinan tak dapat dihindari.
Sepanjang pekan ini, pejabat Fed telah mengambil sikap yang sama termasuk Presiden Fed St. Louis James Bullard, yang pada hari Senin memperingatkan bahwa inflasi dapat menimbulkan risiko bagi ekonomi Paman Sam.
Baca juga: Resesi Bakal Datang! CEO Morgan Stanley: Peluang Terjadinya 50-50
Bursa saham AS sedang mengalami minggu terburuknya menyusul sentimen kekhawatiran terhadap resesi, setelah Federal Reserve atau Fed menaikkan suku bunga tiga perempat poin persentase dan menyarankan lebih banyak hal yang sama pada pertemuan Juli mendatang.
Menteri Keuangan Janet Yellen sebelumnya memperkirakan akan ada perlambatan ekonomi, sedangkan resesi kemungkinan tak dapat dihindari.
Sepanjang pekan ini, pejabat Fed telah mengambil sikap yang sama termasuk Presiden Fed St. Louis James Bullard, yang pada hari Senin memperingatkan bahwa inflasi dapat menimbulkan risiko bagi ekonomi Paman Sam.
(ind)
Lihat Juga :