Punya Utang Rp142 Triliun, Garuda dan Kreditur Akhirnya Resmi Damai

Senin, 27 Juni 2022 - 17:07 WIB
"Proposal perdamaian kita ada beberapa klasifikasi, pertama mereka yang punya uangnya saat ini dapat disepakati di bawah, ini berdasarkan Daftar Piutang Tetap (DPT), Rp255 juta akan kita bayarkan dari arus kas perusahaan. Yang Rp255 juta ke atas sukuk lessor akan memperoleh kupon debt baru 825 dan saham USD330 juta," tutur Irfan Irfan pasca voting PKPU.

Baca juga: Kasus Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara Rp8,8 Triliun, Erick Thohir Giat Bersih-bersih BUMN

Garuda Indonesia memang berhasil memperoleh persetujuan perdamaian dari kreditur. Mayoritas atau 97,46% dari total jumlah kreditur mendukung isi proposal yang mengarah pada homologasi.

Kesepakatan ini, lanjut Irfan, menjadi angin segar bagi bisnis maskapai penerbangan pelat merah kedepannya. Dia pun optimistis perusahaan mampu membukukan keuntungan berarti dengan mengeruk pasar penerbangan domestik.

"Business plan kita akan menghasilkan keuntungan akan fokus di domestik, terbang di rute menguntungkan. Kita tetap melayani rute internasional, umrah haji dan fokus ke kargo. Untuk rute internasional hanya menerbangkan yang menguntungkan," paparnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!