Sri Lanka Hampir Bangkrut, Pembicaraan Paket Bailout IMF Tak Capai Sepakat

Jum'at, 01 Juli 2022 - 02:56 WIB
Jika dibiarkan dengan konsumsi normal, maka stok bahan bakar di Sri Lanka hanya cukup selama kurang lebih satu minggu. Lantaran itu Sri Lanka telah memberlakukan pembatasan pasokan, membatasi penggunaan dengan pengecualian bagi layanan publik seperti kereta api dan bus dan yang berkaitan dengan sektor kesehatan, demikian dilaporkan Reuters.

Larangan itu dijadwalkan berlangsung selama dua pekan. Memperhatikan kondisi utang publik yang dinilai tidak berkelanjutan, IMF mengatakan persetujuan dewan eksekutif atas sebuah paket akan membutuhkan "jaminan pembiayaan yang memadai dari kreditor Sri Lanka bahwa keberlanjutan utang akan dipulihkan."

"Dalam konteks ini, diskusi berfokus pada perancangan program ekonomi yang komprehensif untuk memperbaiki ketidakseimbangan makroekonomi, memulihkan keberlanjutan utang publik, dan mewujudkan potensi pertumbuhan Sri Lanka," kata siaran pers itu.

Negara Rapuh

Profesor Universitas Georgetown, Shanta Devarajan mengatakan, Sri Lanka hampir mencapai kesepakatan dengan IMF.

"(Sri Lanka) sangat dekat untuk mencapai apa yang disebut perjanjian tingkat staf (dengan) IMF (tentang) serangkaian kebijakan dan program yang akan dilakukan Sri Lanka untuk menurunkan defisit fiskal dan membuat utang fiskal berkelanjutan," kata Devarajan kepada "Squawk Box Asia" CNBC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!