Beredar Hoaks Soal Kredit Tanpa Jaminan, Ini Penjelasan BNI
Sabtu, 02 Juli 2022 - 13:29 WIB
Mucharom mengatakan, BNI dapat memastikan bahwa semua proses legal dalam penyaluran kredit tersebut sesuai dengan koridor yang berlaku. "Kami harap tidak ada lagi pihak manapun yang sengaja mengumbar hoaks yang membuat masyarakat resah demi mencari keuntungan semata," tandasnya.
Baca Juga: AS Didesak Tinggalkan NATO untuk Hindari Perang dengan Rusia
Mucharom melanjutkan, penyaluran kredit BNI dilakukan secara konservatif dengan memperhatikan semua ketentuan dari kementerian dan lembaga berwenang.Kredit pertambangan rupiah dan mata uang asing BNI termasuk per kuartal I-2022 menurutnya hanya 3,23% dari total kredit yang disalurkan perseroan.
"Langkah penyaluran kredit pertambangan pun diikuti dengan komitmen green banking yang mana kredit kami untuk sektor energi baru dan terbarukan telah mencapai Rp10,3 triliun," imbuhnya.
BNI, lanjut dia, juga telah menyalurkan pembiayaan untuk penanganan polusi mencapai Rp6,8 triliun, serta segmen pengelolaan air dan air limbah senilai Rp23,3 triliun.
Baca Juga: AS Didesak Tinggalkan NATO untuk Hindari Perang dengan Rusia
Mucharom melanjutkan, penyaluran kredit BNI dilakukan secara konservatif dengan memperhatikan semua ketentuan dari kementerian dan lembaga berwenang.Kredit pertambangan rupiah dan mata uang asing BNI termasuk per kuartal I-2022 menurutnya hanya 3,23% dari total kredit yang disalurkan perseroan.
"Langkah penyaluran kredit pertambangan pun diikuti dengan komitmen green banking yang mana kredit kami untuk sektor energi baru dan terbarukan telah mencapai Rp10,3 triliun," imbuhnya.
BNI, lanjut dia, juga telah menyalurkan pembiayaan untuk penanganan polusi mencapai Rp6,8 triliun, serta segmen pengelolaan air dan air limbah senilai Rp23,3 triliun.
(fai)
Lihat Juga :