Penanganan Aset BLBI Bikin Pakar Gemes, Berikut Sarannya Buat Menkeu Sri Mulyani

Selasa, 05 Juli 2022 - 19:15 WIB
Sebaliknya, kata Deni, Geithner menjadikan ekonomi sebagai panglima di atas pendekatan hukum. Program Bantuan Aset Bermasalah (TARP) dilembagakan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat setelah krisis keuangan 2008.

TARP menstabilkan sistem keuangan dengan meminta pemerintah membeli sekuritas berbasis hipotek dan saham bank. Dari 2008 hingga 2010, TARP menginvestasikan USD426,4 miliar di perusahaan dan mendapatkan kembali USD441,7 miliar.

"Alhasil, perusahaan sekelas Lehman Brother dibangkrutkan agar menjadi pelajaran bagi konglomerat keuangan lainnya untuk patuh kepada pemerintah sebagai panglima ekonomi dan hukum," ungkapnya.

Mengapa Geithner berhasil? Kata Deni, karena dia didukung para doktor dalam ilmu ekonomi lulusan universitas kelas satu dunia. Jika negara lain sekarang dan di masa depan tidak mampu mencapai recovery rate sebesar minimal 100%, maka negara itu dapat dikatakan sebagai keledai.

Departemen Keuangan AS menetapkan beberapa program di bawah TARP untuk membantu menstabilkan sistem keuangan Amerika Serikat, memulai kembali pertumbuhan ekonomi, dan mencegah penyitaan yang dapat dihindari.

Baca Juga: Berburu Aset Eks BLBI Rp110,45 Triliun, Ditjen Kekayaan Negara Beberkan Mekanismenya

Sekali lagi, mencegah penyitaan. Karena, penyitaan adalah langkah tabu dan keliru dalam upaya meningkatkan recovery rate. Lebih baik mereka yang tidak kooperatif dibangkrutkan total ketimbang disita asetnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!