Daftar Perusahaan Indonesia yang Ketergantungan Impor Gandum

Rabu, 06 Juli 2022 - 14:57 WIB
Tahun 2020 nilai impor kembali meningkat menjadi USD705,6 juta. Kemudian nilainya naik lagi menjadi USD843,6 juta pada 2021. Berdasarkan data tersebut, nilai impor biji gandum dan meslin dari Ukraina tercatat memberikan kontribusi sebesar 24% dari total nilai impor gandum Indonesia tahun 2021.

Pada medio 2013-2017 impor gandum meningkat dengan laju pertumbuhan rata rata 15,2%. Pada 2013 impor gandum mencapai 6,72 juta ton. Tahun 2017 angkanya melesat menjadi 11,43 juta ton senilai USD2,65 miliar. Besarnya impor gandum ini akibat pesatnya pertumbuhan industri makanan dalam negeri.

Baca Juga: AS Desak Rusia Buka Blokade Pelabuhan Ukraina untuk Ekspor Gandum

Tahun 2017 lalu, impor gandum terbesar dari Australia berasal dari 6 perusahaan yaitu CBH Grain Pty Ltd, Cargill Autralia Limited, Plum Grove Pty Ltd, Graincorp Operation Limited, Australian Grain Export Pty Ltd dan ADM Trading (Australia) Pty Ltd, impor dari Ukraina berasal dari NIBULON S.A, impor dari Kanada berasal dari Richardson International Limited, impor dari Rusia berasal dari LLC Zolotaya Semechka dan impor dari Amerika Serikat berasal dari PACIFOR LLC.

Lima perusahaan yang paling banyak melakukan impor gandum tahun 2017 lalu adalah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yang mengimpor sebanyak 4,78 juta ton senilai lebih dari USD1 miliar, disusul PT. Bungasari Flour Mills Indonesia, PT. Agristar Grain Indonesia, PT. Eastern Pearl Flour Mills, PT. Sriboga Flour Mills.

Di sisi lain, produksi tepung terigu Indonesia juga memperlihatkan angka yang terus meningkat dalam lima tahun terakhirnya. Pada 2013 produksi tepung terigu mencapai 5,16 juta ton dan pada 2017 telah mencapai 6,27 juta ton.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!