Media Sosial Jadi Strategi Selamatkan Bisnis Tas Pavorit Milenial

Kamis, 07 Juli 2022 - 11:14 WIB
Diakui, pada mulanya Fassystore hanya membuat satu jenis tote bag biasa saja dengan model yang timeless, sehingga bisa dipakai sampai kapan pun tanpa mengikuti tren. Dan seiring berjalannya waktu, semakin banyak permintaan, Fassystore membuat beragam variasi model yang bisa dipakai untuk berbagai acara, seperti acara formal dan cassual.

Untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin banyak, sampai saat ini Fassystore masih memproduksi produk sendiri, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses jahit hingga menjadi tas tote bag yang siap dijual. Dan ketika permintaan sedang banyak, Fassystore juga bekerja sama dengan vendor atau konveksi lain untuk membantu proses produksi.

Brand Fassystore sendiri hadir sejak tahun 2011, saat owner sedang menempuh kuliah di Kota Bandung. Bisnisnya semakin berkembang saat Fassystore merambah penjualan online di media sosial Facebook pada tahun 2013. Dengan tetap mempertahankan kualitas dan harga yang terjangkau, Fassystore semakin dikenal dan diminati di luar Kota Bandung yang akhirnya membuat mereka memproduksi tas yang lebih beravariatif.

“Karena melihat kesempatan bisnis di dunia online kami memanfaatkan semua media sosial yang ada dan baru saat itu, seperti Twitter, Instagram, dan marketplace. Alhasil penjualan semakin baik dari tahun ke tahun,” imbuh Aldila.

Selama pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun 2020 dan 2021, perkembangan bisnis Fassystore sempat terpengaruh. Dihadapkan pada situasi tersebut, Fassystore berinovasi dengan terus memperluas penjualan secara online, hingga meningkatkan branding dan promosi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!