Dilema BBM Subsidi, Bakalan Jebol Bila Tak Dibatasi

Rabu, 13 Juli 2022 - 11:35 WIB
Sementara, konsekuensi yang harus ditanggung oleh pemerintah apabila konsumsi BBM subsidi melebihi kuota cukup berat. Kelebihan ini otomatis akan menambah pengeluaran pada APBN, karena barang penugasan tersebut harus diberikan kompensasi.

Abra pun menyarankan agar pemerintah segera mengambil keputusan, apakah akan menambah kuota atau tegas dengan upaya pembatasan. Saat ini, kata dia, 'bola' penyaluran subsidi ada di tangan pemerintah. Harus ada kepastian apa upaya dalam menjaga stabilitas harga energi dan inflasi.

"Apakah all out menambah kuota BBM subsidi atau memang balanss, tetap memberikan subsidi kompensasi dibarengi pengendalian BBM subsidi," ujarnya. Abra menambahkan, agar subsidi BBM tepat sasaran, harus ada reformasi skema subsidi menjadi bersifat tertutup sehingga sasarannya langsung kepada individu atau rumah tangga.

Baca Juga: Langka! Cuma 5 Jenderal TNI yang Punya Brevet Kopassus dan Denjaka

Terpisah, pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti mengatakan, apabila pemerintah masih menganggarkan subsidi, artinya pemerintah siap dengan beban APBN yang akan semakin besar. "Jika saya lihat, pemerintah dan DPR masih tetap akan mempertahankan subsidi BBM untuk menjaga konsumsi dan dan popularitas politik hingga pemerintah Jokowi berakhir," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!