Waspada, Inflasi Tinggi di AS Bisa Menular ke Indonesia Lewat 2 Jalur Ini
Kamis, 14 Juli 2022 - 15:47 WIB
Bhima memprediksi rupiah akan melemah dan arus modal asing akan semakin deras keluar. Hal tersebut, sambung dia, juga akan bergantung pada respons Bank Indonesia (BI). Misalnya, apakah BI akan melakukan langkah dengan menaikan suku bunga. "Berapa basis poin? Nah itu yang akan jadi pertanyaan besar," tuturnya.
Sementara itu dari aspek perdagangan, lanjut Bhima, jika inflasi AS naik berarti kinerja ekspor RI ke negara adidaya tersebut bisa terganggu. Pasalnya, konsumsi rumah tangga di AS akan melandai seiring turunnya daya beli, sehingga mempengaruhi permintaan barang-barang dari Indonesia.
"Jadi kalau kita lihat AS sebagai mitra dagang yang utama, maka ini akan bisa mempengaruhi neraca perdagangan dalam semester II/2022," jelas Bhima.
Selain neraca dagang yang menurun, sambung dia, efek lainnya adalah ongkos pengiriman bahan baku yang diimpor Indonesia dari AS akan mengalami kenaikan.
Kenaikan ini nantinya akan diteruskan kepada konsumen sehingga ada transmisi inflasi yang tinggi di AS terhadap harga-harga kebutuhan pokok yang ada di Indonesia.
"Ini yang mesti diwaspadai. Kalau inflasi terlalu tinggi tentu efeknya nanti kepada pemulihan ekonomi Indonesia jadi terhambat," tandasnya.
Baca juga: Inflasi AS Tembus 9,1%, The Fed Diramal Kerek Suku Bunga di Akhir Juli
Sementara itu dari aspek perdagangan, lanjut Bhima, jika inflasi AS naik berarti kinerja ekspor RI ke negara adidaya tersebut bisa terganggu. Pasalnya, konsumsi rumah tangga di AS akan melandai seiring turunnya daya beli, sehingga mempengaruhi permintaan barang-barang dari Indonesia.
"Jadi kalau kita lihat AS sebagai mitra dagang yang utama, maka ini akan bisa mempengaruhi neraca perdagangan dalam semester II/2022," jelas Bhima.
Selain neraca dagang yang menurun, sambung dia, efek lainnya adalah ongkos pengiriman bahan baku yang diimpor Indonesia dari AS akan mengalami kenaikan.
Kenaikan ini nantinya akan diteruskan kepada konsumen sehingga ada transmisi inflasi yang tinggi di AS terhadap harga-harga kebutuhan pokok yang ada di Indonesia.
"Ini yang mesti diwaspadai. Kalau inflasi terlalu tinggi tentu efeknya nanti kepada pemulihan ekonomi Indonesia jadi terhambat," tandasnya.
Baca juga: Inflasi AS Tembus 9,1%, The Fed Diramal Kerek Suku Bunga di Akhir Juli
Lihat Juga :