Menguak Misi Biden ke Arab Saudi: Berharap Lebih Banyak Minyak dan Integrasi Israel

Sabtu, 16 Juli 2022 - 20:00 WIB
Biden membutuhkan bantuan Saudi pada saat harga minyak mentah melonjak tinggi dan masalah lain yang terkait dengan konflik Rusia-Ukraina. Ditambah ketika ia mendorong upaya untuk mengakhiri perang Yaman, di mana gencatan senjata sementara diberlakukan. Washington juga ingin mengekang pengaruh Iran di kawasan itu dan pengaruh global China.

"Presiden AS akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan para pemimpin Mesir, Uni Emirat Arab, dan Irak sebelum mengambil bagian dalam KTT yang lebih luas di mana ia akan 'menjabarkan dengan jelas' visi dan strateginya untuk keterlibatan Amerika di Timur Tengah," ucap Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan pada hari Jumat seperti dikutip dari Reuters.

"Dia berniat memastikan bahwa tidak ada ruang hampa di Timur Tengah untuk diisi China dan Rusia," kata Sullivan.

Biden juga akan membahas pasokan energi dengan produsen minyak Teluk, tetapi Washington mengatakan tidak mengharapkan produsen raksasa OPEC seperti Arab Saudi bisa segera meningkatkan produksi minyak. Dimana masih akan menunggu hasil pertemuan OPEC+ pada 3 Agustus, mendatang.

Negara-negara Teluk, yang telah menolak untuk memihak Barat melawan Rusia dalam konflik Ukraina, pada gilirannya mencari komitmen konkret dari Amerika Serikat terhadap hubungan strategis yang cukup tegang karena dianggap tidak terlibatnya AS dari kawasan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!