Antisipasi Krisis Global, Pengusaha Ingin Tetap Dapat Stimulus

Selasa, 19 Juli 2022 - 10:11 WIB
Dosen Universitas Mercu Buana (UMB) itu menambahkan, pemerintah juga bisa memberikan bantuan untuk UMKM dan usaha menengah besar baik bantuan langsung maupun melaluitax holidayataupun subsidi suku bunga.

Di sisi lain Bank Indonesia (BI) sebagai penjaga otoritas kebijakan moneter harus mampu menjaga stabilitas nilai tukar dan tingkat inflasi. Menurutnya, stabilitas nilai tukar dan inflasi bisa dijaga karena BI memiliki beberapa instrumen, di antaranya dengan menetapkan suku bunga acuan yang dapat menggerakkan perekonomian dan menjaga agar tidak terjadicapital outflow.

“Oleh karena itu, di tengah kenaikan inflasi dan naiknya suku bunga acuan beberapa negara termasuk The Fed, sudah saatnya BI menaikkan tingkat suku bunga acuannya,” ujarnya.

Jika pilihan itu yang diambil, menurut dia, sangat mungkin akan sedikit mengerem aktivitas perekonomian di sektor riil.

Sementara itu BI hingga kini masih memilih untuk menahan suku bunga acuan di level 3,5%. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi, juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah naiknya tekanan eksternal terkait meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terus mencermati dinamika ekonomi global dan perkembangan geopolitik yang penuh ketidakpastian.

"Sampai dengan data Mei 2022 kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan terus meningkat untuk terus berkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional," ungkap Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepadaKORAN SINDO.

Dia pun menegaskan bahwa fungsi intermediasi perbankan pada Mei 2022 tercatat meningkat dengan kredit tumbuh 9,03% secarayear on year(yoy) didorong dengan peningkatan pada kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ritel. Mayoritas sektor utama kredit mencatatkan kenaikan terbesar pada sektor manufaktur sebesar 12,4% mtm dan sektor perdagangan 12,1% mtm.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!