Dorong Promosi Digital Agar Pariwisata dan Kuliner RI Bergaung di Kancah Global

Senin, 25 Juli 2022 - 20:02 WIB
“Misalnya saja ketika bertransaksi atau berkomunikasi menghubungi penjual, kita harus selalu memperhatikan akan keberagaman budaya dan suku agar tidak terjadi ketersinggungan," tambah Alem.

Baca juga: Labuan Bajo Berkelas Dunia, Sandiaga Uno Siapkan Upskilling, Reskilling, dan Newskilling SDM Pariwisata

Sementara itu, Dosen Fikom Unisba dan Co Founder Japelidi Santi Indra Astuti menututrkan, perkembangan dunia digital yang pesat turut membawa tantangan baru di masyarakat. Antara lain mengaburnya wawasan kebangsaan, kebebasan berekspresi yang kebablasan, serta berkurangnya sikap toleransi dan penghargaan akan perbedaan.

Adapun hal yang dapat dilakukan untuk menangkal radikalisme misalny, membuat konten positif yang menyerukan toleransi dan keberagaman, merangkul sesama, serta memperkuat partisipasi dan kolaborasi di ruang digital.

"Perubahan untuk kebaikan adalah sah-sah saja, tapi yang tidak diterima dari radikalisme adalah caranya yang menghalalkan kekerasan. Dan Kekerasan tersebut dipakai sebagai sebuah jalan perubahan karena hanya menganggap satu-satunya paham yang benar adalah hanya pahamnya sendiri," tukasnya.

Dengan hadirnya program GNLD oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif di era industri 4.0.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!