Tanpa Gas Rusia, Musim Dingin Akan Uji Persatuan Eropa

Kamis, 28 Juli 2022 - 09:08 WIB
"Alasan utama penjatahan adalah untuk memastikan bahwa kekurangan gas Rusia tidak membuat rumah tidak dipanaskan atau pabrik tutup," tulis The Economist. Akan tetapi, menurut publikasi tersebut, keberhasilan rencana itu juga sangat tergantung pada kondisi cuaca.

"Jika musim dingin yang akan datang ringan, UE dapat menahannya. Tetapi jika sangat dingin, blok tersebut harus membuktikan bahwa mereka dapat bertahan dalam masa-masa sulit. Jerman khususnya, perlu menunjukkan solidaritas dengan negara-negara anggota lainnya. Jerman terletak di pusat jaringan pipa gas Eropa, akankah, misalnya, membiarkan gas mengalir ke Republik Ceko untuk mencegah orang membeku di sana jika itu berarti pabrik-pabrik di negaranya harus berhenti?" tulis publikasi tersebut.

Majalah itu menambahkan, pada awal pandemi Covid1-19 pada tahun 2020 lalu, beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, memberlakukan larangan ekspor alat pelindung untuk menghindari kekurangan di dalam negeri.

Rencana penjatahan tersebut juga memiliki beberapa kelemahan lain, seperti tingkat paparan yang berbeda terhadap gas Rusia di antara negara-negara tersebut.

Diketahui, sebelum kesepakatan terjadi, sejumlah negara termasuk Italia, Hongaria, Polandia, Portugal dan Spanyol menyuarakan keprihatinan mereka. Negara-negara itu menyatakan bahwa mereka sebelumnya telah memotong konsumsi, dengan alasan kurangnya koneksi ke jaringan pipa gas Eropa dan fakta bahwa keputusan tentang energi biasanya merupakan masalah nasional.

Baca Juga: Makin Seret, Aliran Gas Rusia ke Eropa Tinggal 20%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!