KSSK Khawatir, Dunia Terancam Resesi hingga Stagflasi
Senin, 01 Agustus 2022 - 19:38 WIB
Pertumbuhan ekonomi di berbagai negara termasuk AS, Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India diperkirakan akan lebih rendah dari proyeksi awal. Seperti diketahui, World Bank dan International Monetary Fund (IMF) telah merevisi kebawah proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2022 ini, yaitu dari 4,1% menjadi 2,6% yang diproyeksikan oleh World Bank, dan dari 3,6% direvisi ke bawah menjadi 3,2% oleh IMF.
Baca Juga: AS Masuk Jurang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2022 Turun 0,9 Persen
"Ketidakpastian di pasar keuangan global akibat tingginya inflasi di negara maju dan pengetatan dari kebijakan moneter telah mengakibatkan aliran keluar modal asing, khususnya investasi portofolio, dan ini juga menekan nilai tukar di berbagai negara berkembang," jelas Sri Mulyani.
Baca Juga: AS Masuk Jurang Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2022 Turun 0,9 Persen
"Ketidakpastian di pasar keuangan global akibat tingginya inflasi di negara maju dan pengetatan dari kebijakan moneter telah mengakibatkan aliran keluar modal asing, khususnya investasi portofolio, dan ini juga menekan nilai tukar di berbagai negara berkembang," jelas Sri Mulyani.
(nng)
Lihat Juga :