Perang Rusia-Ukraina Berimbas ke Market PT SGS, 2.700 Tenaga Kerja Dirumahkan

Kamis, 04 Agustus 2022 - 17:32 WIB
Selain karena perang Rusia dan Ukraina keterbatasan bahan baku dengan harga yang tinggi juga mempengaruhi produksi mereka saat ini.

"Ini lah beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan sejumlah kebijakan meliburkan karyawan organik dan tenaga kerja kontrak," ujarnya.

"Untuk karyawan organik atau karyawan tetap kami liburkan selama 4 hari, tanggal 9 Agustus kapal mulai masuk, jadi karyawan sudah kembali bekerja," lanjutnya.

Baca juga:Terdampak COVID-19, PD Pasar Kendari Rumahkan Seluruh Karyawan

Sementara 700 tenaga kontrak atau tenaga outsourcing yang telah diliburkan atau dirumahkan lebih awal belum bisa dipastikan kapan mereka kembali bekerja.

"Belum ada kepastian untuk tenaga kontrak, kami berharap mudah mudahan secepatnya setelah karyawan organik kembali bekerja," kata Ikhsan Arifin.

Disinggung soal upah karyawan selama masa dirumahkan, Ikhsan Arifin, memastikan mereka tetap mendapat 50 persen dari gaji pokok.

"Jadi selama masa libur mereka tetap dapat upah 50 persen dari upah pokok setiap hari. Untuk tenaga kerja kontrak, yang bayarkan adalah vendor, tergantung bunyi perjanjian kerja mereka dengan vendor. Tenaga kerja kontrak ini tidak terikat perjanjian kerja dengan PT SGS," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!