Raksasa Produsen Aluminium Rusia Teriak Kena Imbas Perang Ukraina
Senin, 15 Agustus 2022 - 13:33 WIB
"Larangan ekspor alumina ke Rusia yang diberlakukan oleh pemerintah Australia, serta penangguhan produksi di Kilang Nikolaiev (Mykolaiv) Alumina karena peristiwa di Ukraina, berdampak negatif pada pasokan bahan baku untuk produksi aluminium dan menyebabkan peningkatan biaya," kata Rusal dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Nyalinya Gede, Miliarder Rusia Ini Berani Mengkritik Keras Putin
Namun tidak jelaskan siapa yang mengganti pasokan bahan baku dari Australia dan Ukraina . Namun dalam laporan terbaru menyatakan ada peningkatan laba 37,4% sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di paruh pertama menjadi USD1,8 miliar seiring harga aluminium yang lebih tinggi.
"Perusahaan terpaksa membangun kembali rantai pasokannya," kata Rusal, yang menjual produknya ke Eropa, Rusia, Asia, dan Amerika Utara.
Tercatat juga, penjualan aluminium primer turun 11,9% menjadi 1,76 juta ton, sementara produksi naik 1,2% menjadi 1,89 juta ton. Selain Rusia dan Ukraina, Rusal beroperasi di Guinea, Jamaika, Irlandia, Italia, dan Swedia.
Baca Juga: Nyalinya Gede, Miliarder Rusia Ini Berani Mengkritik Keras Putin
Namun tidak jelaskan siapa yang mengganti pasokan bahan baku dari Australia dan Ukraina . Namun dalam laporan terbaru menyatakan ada peningkatan laba 37,4% sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di paruh pertama menjadi USD1,8 miliar seiring harga aluminium yang lebih tinggi.
"Perusahaan terpaksa membangun kembali rantai pasokannya," kata Rusal, yang menjual produknya ke Eropa, Rusia, Asia, dan Amerika Utara.
Tercatat juga, penjualan aluminium primer turun 11,9% menjadi 1,76 juta ton, sementara produksi naik 1,2% menjadi 1,89 juta ton. Selain Rusia dan Ukraina, Rusal beroperasi di Guinea, Jamaika, Irlandia, Italia, dan Swedia.
Lihat Juga :