Terdesak Ekonomi, 3,7 Juta Orang Bekerja di Tambang Ilegal
Senin, 22 Agustus 2022 - 16:35 WIB
Berdasarkan laporan, pekerja tersebut tersebar di 96 lokasi PETI sektor batu bara, serta 2.645 lokasi PETI sektor mineral. Antonius menjelaskan sederet faktor penyebab yang mendasari maraknya aktivitas PETI. Faktor pertama, yakni desakan ekonomi. Hal ini pun didorong dengan tidak adanya syarat pendidikan dan hasil keuntungan instan karena harga komoditas yang tinggi, membuat masyarakat terjun menjadi penambang ilegal.
Pelaku PETI ini umumnya masyarakat kecil yang terdesak untuk mencukupi kehidupannya hidupnya sehari-hari. "Mereka melakukan ini kadang melibatkan seluruh anggota keluarga untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak," jelas Antonius.
Baca Juga: Judi Online Terbesar di Jateng Digerakkan dari Kamboja
Desakan ekonomi tersebut didukung oleh keterbatasan lapangan kerja. Menurut dia, banyak masyarakat tidak memiliki banyak alternatif mata pencaharian, terutama di daerah terpencil. Sudah sepatutnya, masalah ketenagakerjaan tersebut diperbaiki, yakni menciptakan banyak lapangan kerja sehingga bisa tertampung dan mempersempit kemungkinan lari ke kegiatan PETI.
"Kenyataannya adalah terbatasnya lapangan kerja sehingga banyak masyarakat atau orang-orang yang produktif untuk bekerja. Namun tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai yang diharapkan maka ini menjadi alternatif," katanya.
Pelaku PETI ini umumnya masyarakat kecil yang terdesak untuk mencukupi kehidupannya hidupnya sehari-hari. "Mereka melakukan ini kadang melibatkan seluruh anggota keluarga untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak," jelas Antonius.
Baca Juga: Judi Online Terbesar di Jateng Digerakkan dari Kamboja
Desakan ekonomi tersebut didukung oleh keterbatasan lapangan kerja. Menurut dia, banyak masyarakat tidak memiliki banyak alternatif mata pencaharian, terutama di daerah terpencil. Sudah sepatutnya, masalah ketenagakerjaan tersebut diperbaiki, yakni menciptakan banyak lapangan kerja sehingga bisa tertampung dan mempersempit kemungkinan lari ke kegiatan PETI.
"Kenyataannya adalah terbatasnya lapangan kerja sehingga banyak masyarakat atau orang-orang yang produktif untuk bekerja. Namun tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai yang diharapkan maka ini menjadi alternatif," katanya.
(nng)
Lihat Juga :