Seret, Turun 70% Kendaraan yang Keluar Jabodetabek Saat Lebaran
Rabu, 01 Juli 2020 - 20:31 WIB
Arus kendaraan di tol cipularan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya penurunan signifikan kendaraan yang keluar Jabodetabek selama hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Menurut catatan Kemenhub, penurunan terjadi sekitar 60-70%.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub turut membuka posko pemantauan selama masa mudik di beberapa check point, baik di jalan tol maupun non-tol di wilayah Jabodetabek.
"Kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek menurun signifikan, sebanyak 60-70% dibandingkan tahun lalu, baik melalui jalan tol atau arteri pada H-7 dan H+7 Idul Fitri," ujar Budi Karya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (1/7/2020). ( Baca:Menhub Sebut SKIM Pemprov Jakarta Percuma, Jadi Tiadakan Saja )
Budi menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2019, secara umum terlihat adanya penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan pada masa H-7 sampai H+7 Idul Fitri. Selama periode pengendalian transportasi 1 April hingga 7 Juni, jumlah seluruh penumpang angkutan umum mencapai 1,8 juta.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Kemenhub turut membuka posko pemantauan selama masa mudik di beberapa check point, baik di jalan tol maupun non-tol di wilayah Jabodetabek.
"Kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek menurun signifikan, sebanyak 60-70% dibandingkan tahun lalu, baik melalui jalan tol atau arteri pada H-7 dan H+7 Idul Fitri," ujar Budi Karya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (1/7/2020). ( Baca:Menhub Sebut SKIM Pemprov Jakarta Percuma, Jadi Tiadakan Saja )
Budi menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2019, secara umum terlihat adanya penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan pada masa H-7 sampai H+7 Idul Fitri. Selama periode pengendalian transportasi 1 April hingga 7 Juni, jumlah seluruh penumpang angkutan umum mencapai 1,8 juta.
Lihat Juga :