Wapres Mengingatkan Krisis Biasanya Menandai Perubahan dan Pembaruan

Rabu, 07 September 2022 - 13:32 WIB
“Ditarik lebih jauh ke belakang lagi pada tahun 1998, krisis ekonomi yang lebih dalam mengguncang negara kita, sehingga pertumbuhan ekonomi terkontraksi lebih dari 17 persen,” kata Wapres.

Lebih lanjut Ia juga mengungkapkan saat ini krisis juga sedang menghantam dunia akibat pandemi Covid-19, tensi geopolitik akibat perang Ukraina dan Rusia sehingga menyebabkan kenaikan-kenaikan harga pangan dan energi.

“Sekarang pun situasi ekonomi dunia juga sedang murung, pandemi Covid-19 menghantam seluruh negara tanpa kecuali . Lalu disusul memanasnya tensi geopolitik sehingga memicu kenaikan harga pangan dan energi, dan hal ini masih ditambah lagi oleh masalah-masalah lainnya seperti perubahan iklim,” kata Wapres.

Baca Juga: Landscape Ekonomi Global Bergeser, Jokowi: Perlu Pemikiran Seperti Kancil

Wapres mengatakan meskipun menciptakan keterbatasan dan kesulitan, krisis biasanya juga ditandai adanya perubahan dan pembaruan. “Krisis ekonomi di Indonesia di masa lalu melahirkan reformasi struktural, melahirkan tata kelola pemerintahan, dan juga dorongan mendesain program pembangunan yang lebih inklusif,” paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!