Harga Batu Bara Meroket, Laba IATA Ikut Melesat
Kamis, 08 September 2022 - 08:08 WIB
MNC Energy Investments (IATA) melaporkan peningkatan laporan keuangan pada Juni 2022. FOTO/MNC Media
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA atau Perseroan) melaporkan peningkatan laporan keuangan pada Juni 2022. Perbandingan antara H1-2022 dan H1-2021 menggunakan 2 metode, yang pertama menggunakan jumlah aktual IATA per H1-2021, sebelum konsolidasi PT Bhakti Coal Resources (BCR) dan yang kedua sesuai dengan PSAK 38 DK24 yang mengharuskan laporan keuangan disajikan secara proforma setelah BCR dikonsolidasikan.
Komparasi Aktual H1-2021 Sebelum Konsolidasi BCR
Berdasarkan hasil aktual H1-2021, Perseroan melaporkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 1.734,35% dari USD 4,61 juta pada H1-2021 menjadi USD 84,50 juta pada H1-2022. Demikian pula, EBITDA Perseroan tumbuh dari USD 545 ribu pada H1-2021 menjadi USD 44,72 juta pada H1-2022, atau sekitar 8.098,60%. Laba bersih perseroan juga tumbuh secara signifikan dari negatif USD 1,70 juta menjadi positif USD 32,19 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh permintaan tinggi untuk sumber daya energi seperti batu bara sebagai akibat dari negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas berebut untuk mencari alternatif setelah mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan.
Komparasi Berdasarkan PSAK 38 DK24
Dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun 2021, pendapatan usaha meningkat tajam sebesar 254,36% atau USD 84,50 juta pada H1-2022 dari USD 23,85 juta H1-2021. Kenaikan juga dapat dilihat dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, dari USD 13,63 juta di Q2-2021 menjadi USD 44,11 juta di Q2-2022 atau sebesar 223,61%. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi USD 32,19 juta pada H1-2022, atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan USD 3,85 juta pada H1-2021. Laba bersih naik 335,55% dari USD 3,63 juta pada Q2-2021 menjadi USD 15,80 juta pada Q2-2022.
Baca Juga: IATA Meningkatkan Output Batubara dengan Produksi Baru
Komparasi Aktual H1-2021 Sebelum Konsolidasi BCR
Berdasarkan hasil aktual H1-2021, Perseroan melaporkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 1.734,35% dari USD 4,61 juta pada H1-2021 menjadi USD 84,50 juta pada H1-2022. Demikian pula, EBITDA Perseroan tumbuh dari USD 545 ribu pada H1-2021 menjadi USD 44,72 juta pada H1-2022, atau sekitar 8.098,60%. Laba bersih perseroan juga tumbuh secara signifikan dari negatif USD 1,70 juta menjadi positif USD 32,19 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh permintaan tinggi untuk sumber daya energi seperti batu bara sebagai akibat dari negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas berebut untuk mencari alternatif setelah mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan.
Komparasi Berdasarkan PSAK 38 DK24
Dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun 2021, pendapatan usaha meningkat tajam sebesar 254,36% atau USD 84,50 juta pada H1-2022 dari USD 23,85 juta H1-2021. Kenaikan juga dapat dilihat dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, dari USD 13,63 juta di Q2-2021 menjadi USD 44,11 juta di Q2-2022 atau sebesar 223,61%. Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi USD 32,19 juta pada H1-2022, atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan USD 3,85 juta pada H1-2021. Laba bersih naik 335,55% dari USD 3,63 juta pada Q2-2021 menjadi USD 15,80 juta pada Q2-2022.
Baca Juga: IATA Meningkatkan Output Batubara dengan Produksi Baru
Lihat Juga :