Bank Dunia Kerek Status Indonesia, Ngutang Jadi Kian Cincay
Kamis, 02 Juli 2020 - 11:11 WIB
Sebagaimana diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per capita dalam empat kategori, yaitu low income (USD1.035), lower middle income (USD1.036-USD4,045), upper middle income (USD4.046-USD12.535) dan high income (>USD12.535).
Memang, klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, namun menjadi rujukan lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines. Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini untuk menentukan sebuah negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).
Kenaikan status ini merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial.
Juga membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan. Kemudian memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis.
"Tentu saja menjaga APBN yang sehat sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045," tutup Sri Mulyani.
Memang, klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia, namun menjadi rujukan lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines. Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini untuk menentukan sebuah negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).
Kenaikan status ini merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial.
Juga membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan. Kemudian memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis.
"Tentu saja menjaga APBN yang sehat sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045," tutup Sri Mulyani.
(uka)
Lihat Juga :