Kekurangan Pekerja, Industri Sawit Malaysia Terancam Tekor Rp6,5 Triliun
Jum'at, 09 September 2022 - 16:48 WIB
"Kami kehilangan panen yang cukup signifikan, mulai dari 15%-25%, atau malah bisa lebih tinggi," tambahnya.
Selain karena tenaga kerja, MPOA juga menilai ada faktor cuaca yang masih tidak menentu, lonjakan harga pupuk, biaya logistik, hingga kenaikan upah minimum sebesar 25-36%, yang dapat membebani ongkos produksi.
Baca juga: Makin Cantik! AKP Rita Yuliana Berhijab dan Pakai Baju Dinas Reskrim Polda Metro Jaya
MPOA merupakan asosiasi yang mewakili sekitar 70% dari area perkebunan kelapa sawit swasta, yang merupakan 40% dari total area kebun sawit di Malaysia. Anggotanya merupakan perusahaan seperti Sime Darby Plantations Bhd, FGV Holdings Bhd, Kuala Lumpur Kepong Bhd, dan IOI Corp Bhd.
Selain karena tenaga kerja, MPOA juga menilai ada faktor cuaca yang masih tidak menentu, lonjakan harga pupuk, biaya logistik, hingga kenaikan upah minimum sebesar 25-36%, yang dapat membebani ongkos produksi.
Baca juga: Makin Cantik! AKP Rita Yuliana Berhijab dan Pakai Baju Dinas Reskrim Polda Metro Jaya
MPOA merupakan asosiasi yang mewakili sekitar 70% dari area perkebunan kelapa sawit swasta, yang merupakan 40% dari total area kebun sawit di Malaysia. Anggotanya merupakan perusahaan seperti Sime Darby Plantations Bhd, FGV Holdings Bhd, Kuala Lumpur Kepong Bhd, dan IOI Corp Bhd.
(uka)
Lihat Juga :