Begini Saran Ekonom UMM Agar Konsumsi BBM Bersubsidi Tak Jebol
Jum'at, 09 September 2022 - 20:15 WIB
Ekonom sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nazaruddin Malik mengatakan, pemerintah dan BPH Migas perlu melakukan langkah tepat dalam pendistribusian BBM bersubdisi agar tetap sasaran. Foto/Dok
JAKARTA - Pasca-kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), banyak bermunculan spekulasi yang akan dihadapi pemerintah dan masyarakat terkait dengan konsumsi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Subsidi Energi Tetap Bengkak Tembus Rp648 Triliun
Merespon hal ini, Ekonom sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Nazaruddin Malik mengatakan, pemerintah dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) perlu melakukan langkah tepat dalam pendistribusian BBM bersubdisi agar tetap sasaran.
"Agar subsidi BBM tidak jebol kita perlu melakukan tindakan-tindakan yang masif untuk itu," kata Nazaruddin ketika didapuk sebagai pembicara di webinar Partai Perindo bertajuk "Pasca Kenaikan Harga BBM, Bagaimana Sistem Pengawasan Agar Tak Menguap Lagi?" di Jakarta, Jumat (9/9/2022).
Baca Juga: Harga BBM Naik, Subsidi Energi Tetap Bengkak Tembus Rp648 Triliun
Merespon hal ini, Ekonom sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Nazaruddin Malik mengatakan, pemerintah dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) perlu melakukan langkah tepat dalam pendistribusian BBM bersubdisi agar tetap sasaran.
"Agar subsidi BBM tidak jebol kita perlu melakukan tindakan-tindakan yang masif untuk itu," kata Nazaruddin ketika didapuk sebagai pembicara di webinar Partai Perindo bertajuk "Pasca Kenaikan Harga BBM, Bagaimana Sistem Pengawasan Agar Tak Menguap Lagi?" di Jakarta, Jumat (9/9/2022).
Lihat Juga :