Krisis Energi Hantam Eropa, Perusahaan Bahan Bakar Fosil Akan Kena Pungutan

Kamis, 15 September 2022 - 21:05 WIB
Perusahaan bahan bakar fosil mungkin harus berbagi kelebihan keuntungan mereka untuk membantu rumah tangga dan industri Eropa mengatasi tagihan energi yang makin mahal. Foto/Dok
BRUSELLS - Perusahaan bahan bakar fosil mungkin harus berbagi kelebihan keuntungan mereka untuk membantu rumah tangga dan industri Eropa mengatasi tagihan energi yang makin mahal. Hal ini terungkap dalam rancangan rencana Uni Eropa (UE) yang menunjukkan, bahwa konflik Rusia Ukraina telah merambat menjadi perang energi.

Baca Juga: Rusia Tutup Pasokan Gas, Jerman Rogoh Kocek hingga Rp957 Triliun



Harga energi dan inflasi telah melonjak ketika Moskow memangkas pasokan gas ke Eropa sebagai tanggapan terhadap sanksi Barat yang dijatuhkan atas tindakannya di Ukraina. Kondisi itu mendorong Prancis untuk memberi tahu konsumen bahwa mereka harus berbagi rasa sakit, sementara Inggris termasuk di antara negara-negara yang menghadapi ancaman resesi.

Rancangan proposal Komisi Eropa yang diperkirakan akan diresmikan minggu ini, mengajak 27 negara dalam kawasan Eropa untuk memperkenalkan 'kontribusi solidaritas' kepada industri bahan bakar fosil.

Baca Juga: Surplus Anggaran Rusia Menyusut Dihantam Sanksi Barat dan Pemutusan Gas Eropa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!