Eropa Berlomba untuk Bersiap Menghadapi Krisis Energi pada Musim Dingin

Senin, 19 September 2022 - 23:03 WIB
Tetapi penurunan tajam ekspor bahan bakar Rusia, sebagai pembalasan atas sanksi Barat soal invasi Moskow ke Ukraina, telah membuat Eropa berebut untuk menemukan sumber daya energi. Ada juga potensi pemadaman listrik dapat terjadi, di tengah kekhawatiran resesi.

Ekonomi Jerman sudah berkontraksi dan kemungkinan akan menjadi lebih buruk selama musim dingin karena konsumsi gas dipotong atau dijatah, seperti disampaikan Bank sentral negara itu. Ia menambahkan, bahwa ekonomi kemungkinan akan menyusut, bahkan jika penjatahan bisa dihindari karena perusahaan memotong atau menghentikan produksi.

Di Prancis, ekspor gas alam ke Jerman rencananya akan dimulai sekitar 10 Oktober, kata kepala regulator energi CRE Prancis. Hal itu menyusul pengumuman oleh Presiden Emmanuel Macron bahwa kedua tetangga Uni Eropa itu akan saling membantu dengan aliran listrik dan gas di tengah krisis.

"Gas (sampai sekarang) hanya mengalir dari Jerman ke Prancis, jadi kami tidak memiliki alat teknis untuk membalikkan arus dan kami bahkan tidak memiliki metode untuk mengatur harga," kata kepala CRE, Emmanuelle Wargon kepada radio Franceinfo.

Penjatahan Gas

Sementara kelompok energi Prancis EDF berlomba untuk memperbaiki reaktor nuklir yang dilanda korosi. Ada kekhawatiran kebijakan energi pada musim dingin ini dapat mencakup pemadaman listrik lokal.

"Tapi tidak akan ada pemotongan gas untuk rumah tangga. Tidak pernah," ujar Wagon.

Menteri Perindustrian Spanyol, Reyes Maroto mengatakan, bahwa akan ada kewajiban bagi perusahaan padat energi untuk tutup selama puncak konsumsi. Pilihan itu diterangkan menjadi pembahasan dan bisa dilakukan jika diperlukan saat musim dingin ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!