Harga Pangan Naik 84,6%, Inflasi Sri Lanka Tembus 70,2 Persen

Kamis, 22 September 2022 - 15:15 WIB
Sebelum pandemi, Sri Lanka sangat bergantung pada sektor pariwisata untuk mendapatkan mata uang asing, termasuk dolar Amerika Serikat (USD). Namun, penutupan perbatasan yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19 membuat wisatawan menjauh dan berdampak besar pada perekonomian negara itu.

Bersamaan dengan hal itu, salah urus keuangan selama bertahun-tahun menyebabkan Sri Lanka gagal bayar utang pada awal tahun ini. Sri Lanka juga menghadapi pergolakan politik dalam beberapa bulan terakhir, hingga membuat presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke luar negeri sebelum mengundurkan diri pada Juli.

Baca Juga: Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China

Hal itu terjadi ketika ratusan ribu orang turun ke jalan dalam protes yang sering berubah menjadi kekerasan, menyusul protes terhadap kenaikan tajam harga makanan dan bahan bakar. Banyak orang Sri Lanka menyalahkan pemerintahan Rajapaksa karena salah menangani krisis.

Bantuan Keuangan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!