Dampak Covid-19, Gapmmi Proyeksikan Industri Mamin Tumbuh 4%-5%

Senin, 27 April 2020 - 17:08 WIB
Sementara penjualan makanan dan minuman di pasar online juga meningkat, hanya saja angkanya masih sangat kecil. "Nantinya akan ada perubahan pola gaya hidup di mana masyarakat akan banyak makan masakan rumah dan mengurangi masakan restoran," tuturnya.

Adhi menuturkan, pihaknya melakukan survei kecil bersama anggota Gapmmi terkait perkiraan penjualan. Secara umum, sekitar 71,4% menyatakan perkiraan sales akan turun kurang lebih 20%-40%.

Sementara untuk upah karyawan, sebanyak 50% menyatakan ragu dan tidak yakin dalam menangani upah karyawan dan THR secara utuh. Kemudian 46% menyatakan masih bisa bertahan sampai 5 bulan.

"Kita harap industri makanan dan minuman yang pertama kali pulih karena dibutuhkan sebagai kebutuhkan dasar penduduk Indonesia. Kontribusi industri makanan dan minuman terhadap PDB non-migas sangat signifikan sekitar 36,4%. Kami berharap ketersediaan bahan baku dan izin rekomendasi impor dimudahkan," ungkapnya.

Dia juga berharap industri makanan dan minuman mendapatkan harga gas yang lebih murah untuk meningkatkan daya saing industri. "Keputusan ESDM kemarin ternyata industri makanan dan minuman tidak diberikan. Kami harap bisa diberikan karena penggunaan gas di industri makanan dan minuman sekitar 4,8 juta MMBTU per bulan dengan perkiraaan biaya gas bervariasi sekitar 2-6% dari CoGS," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!