Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Selasa, 18 Oktober 2022 - 17:07 WIB
Ekspor Indonesia kembali menorehkan kinerja positif pada September 2022 dengan nilai mencapai USD24,80 miliar atau tumbuh 20,28% (yoy). Peningkatan ekspor Indonesia didorong oleh ekspor migas dan non-migas yang masih tumbuh tinggi masing-masing 41,8% (yoy) dan 19,26% (yoy).
Meskipun secara bulanan (month-to-month) sedikit melambat di antaranya karena penurunan harga dan volume komoditas unggulan, total ekspor tetap meningkat secara kumulatif. Hal ini dapat dilihat dari ekspor Januari-September 2022 yang mencapai USD219,35 miliar atau meningkat sebesar USD55 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (USD164,32 miliar).
“Peningkatan kumulatif ekspor menunjukkan masih kuatnya permintaan global seiring dengan pengendalian pandemi yang semakin baik. Penguatan permintaan ekspor terutama berasal dari beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, seperti India, Jepang dan Korea Selatan,” bebernya.
Dari sisi sektoral, sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 91,98% (ytd), disusul sektor manufaktur yang tumbuh mencapai 22,23% (ytd) yang sejalan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang tumbuh di zona ekspansif pada bulan September, dan sektor pertanian yang tumbuh 15,38% (ytd).
“Pertumbuhan yang konsisten di semua sektor menunjukkan pemulihan yang berimbang antara sektor migas maupun non-migas yang disebabkan oleh faktor volume akibat peningkatan permintaan dari beberapa negara tujuan utama serta pengaruh harga komoditas ,” tambah Febrio.
Sementara itu, impor Indonesia masih mencatatkan kinerja positif mencapai USD19,81 miliar dengan pertumbuhan 22,01% (yoy) meskipun relatif melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Tumbuhnya impor antara lain didorong didukung oleh kinerja sektor manufaktur yang tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia pada bulan September 2022 yang terus melanjutkan ekspansi.
Meskipun secara bulanan (month-to-month) sedikit melambat di antaranya karena penurunan harga dan volume komoditas unggulan, total ekspor tetap meningkat secara kumulatif. Hal ini dapat dilihat dari ekspor Januari-September 2022 yang mencapai USD219,35 miliar atau meningkat sebesar USD55 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (USD164,32 miliar).
“Peningkatan kumulatif ekspor menunjukkan masih kuatnya permintaan global seiring dengan pengendalian pandemi yang semakin baik. Penguatan permintaan ekspor terutama berasal dari beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, seperti India, Jepang dan Korea Selatan,” bebernya.
Dari sisi sektoral, sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 91,98% (ytd), disusul sektor manufaktur yang tumbuh mencapai 22,23% (ytd) yang sejalan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang tumbuh di zona ekspansif pada bulan September, dan sektor pertanian yang tumbuh 15,38% (ytd).
“Pertumbuhan yang konsisten di semua sektor menunjukkan pemulihan yang berimbang antara sektor migas maupun non-migas yang disebabkan oleh faktor volume akibat peningkatan permintaan dari beberapa negara tujuan utama serta pengaruh harga komoditas ,” tambah Febrio.
Sementara itu, impor Indonesia masih mencatatkan kinerja positif mencapai USD19,81 miliar dengan pertumbuhan 22,01% (yoy) meskipun relatif melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Tumbuhnya impor antara lain didorong didukung oleh kinerja sektor manufaktur yang tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia pada bulan September 2022 yang terus melanjutkan ekspansi.
Lihat Juga :