IEA: Negara Berkembang Jadi Korban Utama Krisis Energi Global

Rabu, 26 Oktober 2022 - 13:01 WIB
“Harga komoditas yang lebih tinggi menambah tantangan yang berasal dari peningkatan inflasi dan utang, pengetatan kondisi keuangan global, kemajuan vaksinasi yang tidak merata, dan kerentanan dan konflik yang mendasari di beberapa negara,” kata IMF dalam laporan mereka.

Lebih lanjut, Birol menyinggung Eropa yang tengah berjuang dengan kekurangan gas karena Rusia memangkas pasokan, memaksa banyak negara mengalami krisis energi menjelang musim dingin. National Grid Inggris bahkan telah memperingatkan kemungkinan pemadaman listrik.

"Kita berada di tengah-tengah krisis energi global pertama yang sesungguhnya," kata Birol. "Dunia kita belum pernah menyaksikan krisis energi dengan kedalaman dan kompleksitas ini." Dia menambahkan bahwa pasar minyak akan terus bergejolak selama perang Rusia-Ukraina berlanjut.

Dia juga menilai langkah OPEC+ yang memberlakukan pengurangan produksi untuk memacu pemulihan harga minyak mentah sebagai "mencetak gol bunuh diri." Naiknya harga minyak menurutnya berpotensi akan memicu resesi, yang dia peringatkan akan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat untuk pembeli maupun penjual.

Baca Juga: Bill Gates: Krisis Energi Eropa Baik untuk Jangka Panjang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!