Soal Ancaman Resesi, Pemerintah Diminta Jangan Menakut-nakuti Masyarakat
Minggu, 30 Oktober 2022 - 07:29 WIB
Pemerintah harus melakukan penyampaian informasi soal resesi secara tepat. Foto/express.co.uk
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyoroti sikap pemerintah yang terkesan menakut-menakuti masyarakat soal ancaman resesi 2023. Selama ini Menteri Keuangan Sri Mulyani dianggap sering kali menggembar-gemborkan risiko resesi yang mengintai ekonomi global, termasuk Indonesia.
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Ancaman Resesi Global
Bhima menyebut, ada dua segmentasi masyarakat yang perlu dibedakan untuk diberitahu soal ancaman resesi, dan cara menyikapinya. Pertama, kelompok kelas menengah ke bawah, kedua adalah kelompok kelas menengah ke atas.
"Boleh ingetin, tapi jangan ditakut-takuti. Kita itu punya dua kelompok masyarakat, cara menyikapinya berbeda," ujar Bhima di acara Workshop Jurnalisme Ekonomi Celios Jelang KTT G20, Yogyakarta, Sabtu (29/10/2022).
Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Ancaman Resesi Global
Bhima menyebut, ada dua segmentasi masyarakat yang perlu dibedakan untuk diberitahu soal ancaman resesi, dan cara menyikapinya. Pertama, kelompok kelas menengah ke bawah, kedua adalah kelompok kelas menengah ke atas.
"Boleh ingetin, tapi jangan ditakut-takuti. Kita itu punya dua kelompok masyarakat, cara menyikapinya berbeda," ujar Bhima di acara Workshop Jurnalisme Ekonomi Celios Jelang KTT G20, Yogyakarta, Sabtu (29/10/2022).
Lihat Juga :