Hary Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Ancaman Resesi Global
Kamis, 27 Oktober 2022 - 18:58 WIB
loading...
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat jadi pembicara di acara seminar HIPMI Jaya, di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (27/10/2022). FOTO/MPI/Azis Indra
A
A
A
JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo optimistis Indonesia mampu menghadapi ancaman resesi global tahun depan. Dia menilai komoditas domestik masih cukup kuat menopang perekenomian.
"Kalau kita lihat global pasti akan banyak negara yang sulit soal ancaman resesi ini. Tapi kalau saya lihat Indonesia masih lebih baik dari negara-negara lain karena komoditi kita kuat. Contoh, ekspor kita besar, surplusnya besar itu karena banyak ditunjang komoditi," ujar Hary Tanoesoedibjo saat jadi pembicara di acara HIPMI Jaya di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Baca Juga: HT Bertemu PM Palestina, Bahas Bantuan hingga Kerja Sama Ekonomi
Menurut dia perekonomian Indonesia secara makro masih cukup baik hanya saja di sektor mikro harus hati-hati. Seperti ritel akan terkena dampak resesi jika tidak dikelola dengan baik.
"Ritel mungkin akan kena dampaknya. Kita lihat online shopping, e-commerce juga mulai terasa karena mereka itu dulu besarnya dari memberikan subsidi atau bakar-bakar duit untuk promosi. Tapi sekarang mereka agak mengerem karena fund raising saat ini tidak mudah karena dua hal yaitu pilihannya banyak dan kompetisinya juga ada," tutur HT.
"Kalau kita lihat global pasti akan banyak negara yang sulit soal ancaman resesi ini. Tapi kalau saya lihat Indonesia masih lebih baik dari negara-negara lain karena komoditi kita kuat. Contoh, ekspor kita besar, surplusnya besar itu karena banyak ditunjang komoditi," ujar Hary Tanoesoedibjo saat jadi pembicara di acara HIPMI Jaya di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Baca Juga: HT Bertemu PM Palestina, Bahas Bantuan hingga Kerja Sama Ekonomi
Menurut dia perekonomian Indonesia secara makro masih cukup baik hanya saja di sektor mikro harus hati-hati. Seperti ritel akan terkena dampak resesi jika tidak dikelola dengan baik.
"Ritel mungkin akan kena dampaknya. Kita lihat online shopping, e-commerce juga mulai terasa karena mereka itu dulu besarnya dari memberikan subsidi atau bakar-bakar duit untuk promosi. Tapi sekarang mereka agak mengerem karena fund raising saat ini tidak mudah karena dua hal yaitu pilihannya banyak dan kompetisinya juga ada," tutur HT.
Lihat Juga :