Menanti Data Inflasi AS, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Rp15.694

Kamis, 10 November 2022 - 17:06 WIB
Kendati demikian, pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell pada beberapa pekan lalu menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk membuka peluang penurunan suku bunga. Dirinya menegaskan bahwa ada peluang kenaikan hingga tahun depan.

Dari dalam negeri, Ibrahim memproyeksikan ada penurunan pertumbuhan ekonomi RI secara moderat pada kuartal IV/2022 pada kisaran 5,1%. Adapun faktor pemicunya adalah peningkatan inflasi di dalam negeri.

Baca juga: Jessica Iskandar Naik Taksi Online dan Makan di Warteg Imbas Ditipu Miliaran Rupiah

Menurut Ibrahim, peningkatan inflasi serta suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga akan berdampak terhadap kenaikan cicilan rumah, kendaraan, dan aneka pinjaman lainnya, sehingga akan mengurangi disposible income rumah tangga. Hal ini dikhawatirkan juga akan membebani rupiah di masa depan.

Labih lanjut untuk perdagangan besok, rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah pada kisaran Rp15.670-15.740 per dolar AS.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!