Jiwasraya ingin Ganti Nama, Perusahaan Mana saja yang Sukses setelah Berganti Nama
Kamis, 09 Juli 2020 - 09:22 WIB
Pada November 2014 PT Bank Mutiara Tbk dibeli oleh investor asal Jepang, J Trust Co. Ltd., senilai Rp 4,4 triliun. Pada 29 Mei 2015 Bank Mutiara pun resmi berubah nama lagi menjadi PT Bank J Trust Indonesia Tbk, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bank J Trust. Perubahan nama ini tergolong berhasil meredam skandal Bank Century, yang melibatkan pejabat-pejabat tinggi di negeri ini.
Pembentukan perusahan induk atau holding di BUMN, juga membawa konsekwensi perubahan nama perusahaan. Seperti saat pembentukan Holding BUMN Semen. Nama PT Semen Gresik (persero) Tbk pun berubah menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Perubahan nama ini tidak membuat Semen Gresik menghilang. PT Semen Gresik, tetap ada, namun statsusnya kini jadi anak perusahaan dari PT Semen Indonesia. Sama seperti status BUMN Semen lainnya, PT Semen Tonasa, dan PT Semen Padang, yang juga menjadi anak perusahaan dari Semen Indonesia.
Menariknya, setelah membentuk holding semen, sayap bisnis holding BUMN ini bisa melebar hingga Vietnam. Tak lama setelah terbentuk Holding Semen Indonesia, BUMN ini pun brhasil mebeli perusahaan semen di Vietnam, Thang Long Cement.
Tak hanya itu di dalam negeri pada Januari 2019 yang lalu Semen Indonesia juga berhasil mengakuisisi Semen Holcim (PT Holcim Indonesia Tbk). Perubahan kepemilikan ini membuat PT Holcim Indonesia pun diganti namanya menjadi PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) pada September 2019. Tidak hanya sebastas mengganti nama perusahaan, merk Semen Holcim yang sudah beken di pasar pun diganti menjadi Semen DYNAMIX.
Holdingisasi juga telah mengubah nama BUMN lainnya seperti yang terjadi pada PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Setelah statusnya berubah menjadi holding BUMN Tambang, INALUM pun salin nama, menjadi MIND ID yang merupakan akronim dari Mining Industry Indonesia. Perubahan identitas perusahaan ini terjadi pada 17 Agustus 2017 yang lalu.
Perubahan identitas ini juga menunjukan bahwa BUMN ini mampu jadi induk perusahaan bagi perusahaan tambang sekelas Freport Indonesia. Buktinya setelah perubahan nama ini, MIND ID dipercaya oleh investor dunia. Peruasahan berhasil menarik dana dari global bond yang baru saja diterbitkan senilai USD2,5 miliar atau setara dengan Rp37,5 triliun.
Sebagai upaya menjadi peruasahaan pengelola pelabuhan beratraf dunia, maka PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melakukan new branding terhadap nama perusahaan, yakni menjadi Indonesia Port Corporation alias IPC. Nama IPC memang hanya nama branding, yang ada dilogo perusahan. Secara legal nama perusahaan masih tetap sama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).
Di perusahaan swasta ganti nama perusahaan juga lazim terjadi. Seperti misalnya perusahaan sekuritas, Bhakti Investama menjadi MNC Investama. Lalu ada juga Bank ICB Bumi Putera menjadi Bank MNC Indonesia. Agis menjadi Sigmagold Inti Perkasa, Bank Niaga menjadi Bank CIMB Niaga, Bukit Sentul menjadi Sentul City, dan lain sebagainya.
Pembentukan perusahan induk atau holding di BUMN, juga membawa konsekwensi perubahan nama perusahaan. Seperti saat pembentukan Holding BUMN Semen. Nama PT Semen Gresik (persero) Tbk pun berubah menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Perubahan nama ini tidak membuat Semen Gresik menghilang. PT Semen Gresik, tetap ada, namun statsusnya kini jadi anak perusahaan dari PT Semen Indonesia. Sama seperti status BUMN Semen lainnya, PT Semen Tonasa, dan PT Semen Padang, yang juga menjadi anak perusahaan dari Semen Indonesia.
Menariknya, setelah membentuk holding semen, sayap bisnis holding BUMN ini bisa melebar hingga Vietnam. Tak lama setelah terbentuk Holding Semen Indonesia, BUMN ini pun brhasil mebeli perusahaan semen di Vietnam, Thang Long Cement.
Tak hanya itu di dalam negeri pada Januari 2019 yang lalu Semen Indonesia juga berhasil mengakuisisi Semen Holcim (PT Holcim Indonesia Tbk). Perubahan kepemilikan ini membuat PT Holcim Indonesia pun diganti namanya menjadi PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) pada September 2019. Tidak hanya sebastas mengganti nama perusahaan, merk Semen Holcim yang sudah beken di pasar pun diganti menjadi Semen DYNAMIX.
Holdingisasi juga telah mengubah nama BUMN lainnya seperti yang terjadi pada PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Setelah statusnya berubah menjadi holding BUMN Tambang, INALUM pun salin nama, menjadi MIND ID yang merupakan akronim dari Mining Industry Indonesia. Perubahan identitas perusahaan ini terjadi pada 17 Agustus 2017 yang lalu.
Perubahan identitas ini juga menunjukan bahwa BUMN ini mampu jadi induk perusahaan bagi perusahaan tambang sekelas Freport Indonesia. Buktinya setelah perubahan nama ini, MIND ID dipercaya oleh investor dunia. Peruasahan berhasil menarik dana dari global bond yang baru saja diterbitkan senilai USD2,5 miliar atau setara dengan Rp37,5 triliun.
Sebagai upaya menjadi peruasahaan pengelola pelabuhan beratraf dunia, maka PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) melakukan new branding terhadap nama perusahaan, yakni menjadi Indonesia Port Corporation alias IPC. Nama IPC memang hanya nama branding, yang ada dilogo perusahan. Secara legal nama perusahaan masih tetap sama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).
Di perusahaan swasta ganti nama perusahaan juga lazim terjadi. Seperti misalnya perusahaan sekuritas, Bhakti Investama menjadi MNC Investama. Lalu ada juga Bank ICB Bumi Putera menjadi Bank MNC Indonesia. Agis menjadi Sigmagold Inti Perkasa, Bank Niaga menjadi Bank CIMB Niaga, Bukit Sentul menjadi Sentul City, dan lain sebagainya.
Lihat Juga :