Industri Sawit Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jum'at, 10 Juli 2020 - 10:33 WIB
Sementara itu, ekspor CPO dan turunannya sejak Januari-April ini tercatat sebesar 10,3 juta ton lebih rendah 12,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, nilai ekspor lebih tinggi, yakni USD6,96 miliar dibandingkan sebelumnya yang sebesar USD6,37 miliar.
Secara bulanan, ekspor CPO dan turunannya di bulan April mengalami penurunan 2,8%, dari 2,72 juta ton di Maret menjadi 2,65 juta ton di April. Nilai ekspor di bulan ini pun turun 10% dari USD1,82 miliar menjadi USD1,64 miliar. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)
Pasalnya, harga rata-rata CPO di April mengalami penurunan menjadi USD516 per ton Cif Rotterdam dari rata-rata di Maret yang sebesar USD636 per ton Cif Rotterdam. Penurunan ekspor minyak sawit di April terjadi di ekspor refined palm oil sekitar 44.000 ton dan CPO sebesar 33.000 ton.
Direktur Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk Indra Irawan mengatakan pangsa pasar CPO dalam negeri saat ini masih cukup besar, terlebih pemerintah sedang menggalakan mandatory penggunaan Biodiesel 30% (B30). (Rakhmat Baihaqi)
Secara bulanan, ekspor CPO dan turunannya di bulan April mengalami penurunan 2,8%, dari 2,72 juta ton di Maret menjadi 2,65 juta ton di April. Nilai ekspor di bulan ini pun turun 10% dari USD1,82 miliar menjadi USD1,64 miliar. (Lihat videonya: Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya)
Pasalnya, harga rata-rata CPO di April mengalami penurunan menjadi USD516 per ton Cif Rotterdam dari rata-rata di Maret yang sebesar USD636 per ton Cif Rotterdam. Penurunan ekspor minyak sawit di April terjadi di ekspor refined palm oil sekitar 44.000 ton dan CPO sebesar 33.000 ton.
Direktur Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk Indra Irawan mengatakan pangsa pasar CPO dalam negeri saat ini masih cukup besar, terlebih pemerintah sedang menggalakan mandatory penggunaan Biodiesel 30% (B30). (Rakhmat Baihaqi)
(ysw)
Lihat Juga :