ALFI dan Organda Soroti Peran Badan Usaha Angkutan Multimoda

Jum'at, 10 Juli 2020 - 18:21 WIB
Kesiapan pelaku logistik nasional bersaing secara global dinilai akan semakin berat seandainya pembentukan BUAM dilakukan tidak tepat fungsi. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kesiapan pelaku logistik nasional dalam bersaing secara global dinilai akan semakin berat seandainya pembentukan Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM) dilakukan secara tidak tepat fungsi dalam perannya. Kebijakan penerapan Multimoda Transport Operator yang salah dinilai justru akan semakin membuka peluang tata laksana single dokumen dikuasai oleh pelaku usaha asing yang telah menguasai pasar dan memiliki jaringan usaha secara global.

"Jika itu yang terjadi maka pastinya akan menggerus kelangsungan usaha UMKM bidang forwarding dan angkutan barang darat yang selama ini telah berikan sumbangsih besar terhadap ketahanan ekonomi negara atas serangkaian resesi yang terjadi," ujar Wakil ketua umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) bidang Supply chain dan Multimoda Trismawan Sanjaya, melalui keterangan pers, Jumat (10/6/2020).



Lebih mengkhawatirkan lagi, imbuhnya, jika BUAM hanya sebagai agen dari pelaku logistik asing tersebut untuk dapat berkegiatan di Indonesia tanpa harus buka perusahaan di Indonesia (non permanent establishment) dimana seandainya single dokumen yang digunakan berasal dari negara asal barang.

"Sebab, ini pasti bisa jadi peluang perusahaan asing dengan memanfaatkan situasi perdagangan bebas seperti AFTA, GATT dan GATS dalam menguasai kendali logistik dalam negeri semakin luas tanpa harus lakukan investasi langsung di dalam negeri," ucapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!