Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5,2% di 2022, Bank Dunia Ingatkan Risiko Penurunan Imbas Pelemahan Global
Kamis, 15 Desember 2022 - 13:58 WIB
"Posisi eksternal diproyeksikan sedikit memburuk dengan risiko kerentanan rendah hingga sedang. Neraca transaksi berjalan diproyeksikan berubah menjadi defisit kecil dalam jangka menengah," tutur Satu.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri tetap optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah bayang-bayang resesi global tahun 2023.
Baca juga: 5 Daerah di Indonesia dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, No 1 Tak Terduga
Pemerintah tetap percaya diri ekonomi RI dapat mencapai target 5,2% pada tahun 2022 dan diproyeksikan tumbuh 5,3% pada tahun 2023. Sementara itu, tingkat inflasi di Indonesia masih terkendali pada level 5,42% (year-on-year/yoy) per November 2022.
“Berbagai kondisi tantangan di global ini, Pemerintah sudah cukup siap untuk mengantisipasi. Kita lihat pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022, sampai Q3-2022 masih 5,72%. Di tahun 2023, dari beberapa indikator makro kemudian leading indicator, kami masih yakin bisa di atas 5%. Tapi kita juga masih lebih baik dibanding sebagian besar negara lain,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri tetap optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah bayang-bayang resesi global tahun 2023.
Baca juga: 5 Daerah di Indonesia dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi, No 1 Tak Terduga
Pemerintah tetap percaya diri ekonomi RI dapat mencapai target 5,2% pada tahun 2022 dan diproyeksikan tumbuh 5,3% pada tahun 2023. Sementara itu, tingkat inflasi di Indonesia masih terkendali pada level 5,42% (year-on-year/yoy) per November 2022.
“Berbagai kondisi tantangan di global ini, Pemerintah sudah cukup siap untuk mengantisipasi. Kita lihat pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022, sampai Q3-2022 masih 5,72%. Di tahun 2023, dari beberapa indikator makro kemudian leading indicator, kami masih yakin bisa di atas 5%. Tapi kita juga masih lebih baik dibanding sebagian besar negara lain,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
(ind)
Lihat Juga :