Tolak Larangan Penjualan Rokok Ketengan, Ternyata Ini Alasan Utama Pedagang

Rabu, 28 Desember 2022 - 18:07 WIB
"Enggaklah (setuju) kalau dilarang jual rokok ketengan, karena keuntungan bakal berkurang. Kalau bungkusan keuntungannya cuma satu batang rokok, kalau ketengan lebih banyak," jelas Agus saat dihubungi MNC Portal, Rabu (28/12/2022).

Agus mengungkapkan mayoritas pengunjung warungnya adalah pembeli rokok ketengan, dibandingkan dengan yang membeli rokok bungkusan. Hal itu yang membuatnya menolak larangan penjualan rokok batangan.

Agus menambahkan, sekalipun tetap diberlakukan maka harus ada perlakuan khusus untuk rokok-rokok yang bisa diketeng dan harus dijual bungkusan. Misalnya, rokok yang boleh diketeng yang ada dalam kemasan kaleng.

"Kalau misalnya aturan ya mau gimana lagi. Seandainya boleh diecer, yang kalengan itu tidak masalah. Jadi yang dibungkus, ya dibungkus (dijualnya)," harap Agus.

Suara senada disampaikan Heri (25), penjual bakso yang sekaligus berjualan rokok eceran, untuk menambah pendapatanya. Terletak di bilangan Jakarta Selatan, warungnya berlokasi cukup strategis diapit oleh Kampus dan Mall Gandaria City. Mahasiswa dan para pegawai di mal mejadi langganannya ketika datang waktu istirahat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!