Tolak Larangan Penjualan Rokok Ketengan, Ternyata Ini Alasan Utama Pedagang

Rabu, 28 Desember 2022 - 18:07 WIB
Target pasar tersebut yang membuat Heri tidak setuju dengan adanya larangan penjualan rokok ketengan. Sebab para konsumennya ketika selesai makan siang lebih banyak yang menghabiskan beberapa batang rokok saja, sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya.

"Yang jajan ketempat saya itu ya karyawan-karyawan bawah, seperti sekuriti, mahasiswa, dan lainnya," ujar Heri.

Meski bukan sebagai pemasukan utama, Heri juga mengakui bahwa keuntungan menjual rokok ketengan lebih besar dibanding bungkusan. Namun yang penting dari berjualan bukan hanya soal besar-kecil keuntungan, tetapi keberlanjutan.

Baca juga: Kota Kuno Petra Yordania Diterjang Banjir Besar, 1.700 Turis Dievakuasi

"Kalau (keuntungan jual ketengan) dari harga per bungkusnya ya Rp2.000-3.000-an," lanjutnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!