Didorong Optimisme Pasar, Wall Street Dibuka Menguat
Rabu, 28 Desember 2022 - 22:33 WIB
Kendati investor menyambut positif kabar itu, peningkatan kasus Covid-19 di Negeri Tirai Bambu masih menjadi perhatian, sekaligus memicu kekhawatiran baru.
Saat ini, pelaku pasar modal AS tengah memasuki babak terakhir tahun yang penuh gejolak. Diketahui sepanjang 2022 berjalan, sentimen suku bunga menjadi kecemasan utama pasar yang ditakutkan akan membawa negara itu ke jurang resesi.
Baca juga: Indra Bekti Jatuh Pingsan saat Siaran Radio, Diduga Alami Pendarahan Otak
Namun, pasar tampak mulai mengalihkan fokus mereka terhadap prospek pendapatan perusahaan yang mulai bangkit seiring penurunan inflasi, dan suku bunga yang melandai, sebagaimana tersaji dalam data makroekonomi terbaru.
Indikator Fedwatch memperkirakan peluang 69% ada kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pada pertemuan Februari tahun 2023.
Saat ini, pelaku pasar modal AS tengah memasuki babak terakhir tahun yang penuh gejolak. Diketahui sepanjang 2022 berjalan, sentimen suku bunga menjadi kecemasan utama pasar yang ditakutkan akan membawa negara itu ke jurang resesi.
Baca juga: Indra Bekti Jatuh Pingsan saat Siaran Radio, Diduga Alami Pendarahan Otak
Namun, pasar tampak mulai mengalihkan fokus mereka terhadap prospek pendapatan perusahaan yang mulai bangkit seiring penurunan inflasi, dan suku bunga yang melandai, sebagaimana tersaji dalam data makroekonomi terbaru.
Indikator Fedwatch memperkirakan peluang 69% ada kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pada pertemuan Februari tahun 2023.
(uka)
Lihat Juga :