Surplus Dagang RI Rp 761,7 Triliun Bikin Ketar-ketir Negara Lain
Selasa, 24 Januari 2023 - 14:32 WIB
loading...
Sejumlah negara diklaim khawatir dengan kebangkitan ekonomi dalam negeri, salah satunya dilatarbelakangi oleh neraca perdagangan internasional Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim sejumlah negara khawatir dengan kebangkitan ekonomi dalam negeri. Kekhawatiran itu salah satunya dilatarbelakangi oleh perdagangan internasional Indonesia.
Baca Juga: Jos! Neraca Dagang Indonesia Surplus USD54,46 Miliar di 2022
Erick Thohir mencatat perdagangan internasional Indonesia surplus USD 51 miliar atau setara Rp 761,7 triliun. Menurunnya, surplus perdagangan terjadi ketika nilai ekspor lebih tinggi dari impor.
"Surplus perdagangan kita hari ini besar sekali USD 51 miliar. Ekspor kita juga terus meningkat, ini yang ditakutkan oleh negara-negara pesaing kita," ungkap Erick, Selasa (24/1/2023).
Faktor lain yang membuat negara pesaing ketakutan adalah proyeksi Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2045.
"Karena tahun 2045 kita ditargetkan masuk 4 besar atau 5 besar ekonomi dunia. Mereka sudah membaca data ini, makanya (mereka ingin) kita terlambat. Artinya, jangan cepat kaya lah Indonesia, gitu," kata dia.
Baca Juga: Enggak Cuma Infrastruktur, Ini Syarat Agar RI Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia
Baca Juga: Jos! Neraca Dagang Indonesia Surplus USD54,46 Miliar di 2022
Erick Thohir mencatat perdagangan internasional Indonesia surplus USD 51 miliar atau setara Rp 761,7 triliun. Menurunnya, surplus perdagangan terjadi ketika nilai ekspor lebih tinggi dari impor.
"Surplus perdagangan kita hari ini besar sekali USD 51 miliar. Ekspor kita juga terus meningkat, ini yang ditakutkan oleh negara-negara pesaing kita," ungkap Erick, Selasa (24/1/2023).
Faktor lain yang membuat negara pesaing ketakutan adalah proyeksi Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2045.
"Karena tahun 2045 kita ditargetkan masuk 4 besar atau 5 besar ekonomi dunia. Mereka sudah membaca data ini, makanya (mereka ingin) kita terlambat. Artinya, jangan cepat kaya lah Indonesia, gitu," kata dia.
Baca Juga: Enggak Cuma Infrastruktur, Ini Syarat Agar RI Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia
Lihat Juga :