IMF Pangkas Proyeksi PDB 3 Negara Ekonomi Utama Asia

Rabu, 23 April 2025 - 14:37 WIB
loading...
IMF Pangkas Proyeksi...
IMF memangkas proyeksi PDB negara-negara ekonomi utama Asia akibat meningkatnya ketidakpastian gara-gara perang tarif. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A A A
JAKARTA - Dana Moneter Internasional ( IMF ) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara ekonomi utama Asia pada tahun 2025, dengan alasan ketegangan perdagangan dan ketidakpastian kebijakan yang tinggi. IMF memangkas proyeksi PDB 2025 untuk China dan India menjadi masing-masing 4% dan 6,2%, turun dari proyeksinya pada bulan Januari sebesar masing-masing 4,6% dan 6,5%.

Target pertumbuhan PDB resmi China ditetapkan pada sekitar 5% untuk tahun 2025, sementara India memproyeksikan pertumbuhan 6,5% untuk tahun fiskal 2025 yang berjalan dari April 2025 hingga Maret 2026. IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan Jepang menjadi 0,6% dari 1,1%.

Baca Juga: Dolar AS Ambruk ke Level Terendah 3 Tahun Gegara Tarif Trump

Secara global, IMF Menurunkan proyeksi pertumbuhan menjadi 2,8% dari 3,3% untuk keseluruhan tahun 2025. IMF mengatakan, tarif yang diumumkan oleh AS dan mitra dagangnya merupakan guncangan negatif yang besar terhadap pertumbuhan. Lebih jauh, ditambahkan bahwa ketidakpastian yang menyertai langkah-langkah ini juga berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dan prospek, sehingga lebih sulit dari biasanya untuk proyeksi yang konsisten dan tepat waktu.

Prakiraan IMF muncul di tengah tren yang lebih luas dari perusahaan riset dan bank yang memangkas prakiraan pertumbuhan untuk ekonomi Asia. Awal April lalu, ekonom Goldman Sachs menurunkan prakiraan mereka untukPDB Chinatahun ini menjadi 4,0% dari 4,5%, dengan alasan dampak dari peningkatan tarif AS pada barang-barang China.

Demikian pula Natixis yang juga memangkas perkiraan PDB China menjadi 4,2% tahun ini, turun dari 4,7% sebelumnya. Lembaga pemeringkat Fitch juga dilaporkan memangkas perkiraan pertumbuhan India menjadi 6,2% dari 6,3%, dengan alasan memburuknya lingkungan ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang AS-China yang semakin memanas.

Sejak menjabat pada 20 Januari, Presiden AS Donald Trump telah mengenakan tarif impor baja, aluminium, dan mobil, sebelum mengumumkan tarif resiprokal besar-besaran pada hampir setiap negara di dunia pada 2 April. Hampir seminggu kemudian, Trump menangguhkan tarifresiprokal ini, namun tetap menyisakan bea masuk dasar sebesar 10% pada semua negara, kecuali China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
Berita Terkini
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved