Wawancara Wakil Direktur Utama KB Bukopin Robby Mondong: Siap Bertransformasi melalui Next Generation Banking System

Rabu, 25 Januari 2023 - 22:03 WIB
loading...
A A A
Mereka menginginkan manajemen maupun staf lokal, untuk bisa mengikuti apa yang diprogramkan. Kita sangat kompak, suasana kerja juga sangat baik, mudah-mudahan dengan spirit yang sama kita bisa kejar. Kita optimistis. Kita memiliki advantage salah satunya Korean Link, ekosistem electric dari Koreanya. Misalnya dari Hyundai saja, itu ekosistemnya luar biasa.

Bagaimana dengan mortgage?
Mortgage itu kita harus masuk. Kita sudah masuk. Kita sudah kerja sama dengan developer nasional, sebelumnya tidak ada. Grup-grup besar seperti Sinar Mas, Ciputra, kita sudah kerja sama, dan akan banyak lagi. Kenapa harus masuk mortgage? Satu, karena risk weighted average kecil, memakan modalnya kecil karena ada jaminan. Kedua, tenor mortgage itu 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun. Anggaplah 10-15 tahun rata-rata, tapi actual tenornya, rata-rata 8 tahun. Nasabah kalau ambil KPR di kita, sekarang fixed 4,5% untuk 3 tahun. Nasabah taruh deposito di saya, bisa dapat lebih tinggi, saya bisa kasih 5,5-6%.

Kemudian begitu nasabah KPR approved, mereka akan buka saving, saya kasih kartu kredit, dan langsung ambil asuransi jiwa. Dalam perjalanannya, nasabah naik gaji, promosi, saya bisa tawarkan produk-produk investasi, produk-produk bank assurance. Kalau entrepreneur, saya tawarkan kredit modal kerja. Jadi sekali buka, rata-rata produk turunan mortgage ini, 4-6 produk lainnya. Ini luar biasa. Begitu grab mortgage, yang lain ikut.

Segmen mortgage ini bukan hanya beli rumah, beli apartemen, baik baru maupun bekas. Ada pula market yang cukup besar, nasabah punya apartemen, punya rumah, di-refinancing. Misal, nilai rumah Rp2 miliar, 70% dikasih kredit lagi. Itu sebenarnya segmen yang lukratif, marjinnya besar. Kemudian ada take over. Nasabah sudah di bank lain, kemudian diambil Bukopin.

Apa rencana kerja dalam waktu dekat?
Penjualan bad asset masih berjalan tahun ini, meskipun nilainya hanya separuh tahun lalu. Penjualan bad asset ini merupakan rangkaian proses yang kita jalankan sejak 2021. Tahun lalu Rp5,4 triliun, tahun 2021 Rp4 triliun. Tahun ini mungkin sekitar 50% tahun lalu. Absolut NPL kita sebenarnya dengan NPL 8% gross, itu sekitar Rp4 triliun. Kita lepas Rp2 triliun, sudah di bawah 5%.

Satu lagi, bank ini kan Bank Korea. Saat ini apapun yang berbau Korea lagi hits. Momen ini harus kita ambil. Kartu kredit akan kita branding Aespa, debit card kita branding Aespa. Kita akan datangkan mereka ke Indonesia. Bukan hanya Aespa, tapi mereka jadi motornya. Mungkin sekitar September. Ini ada faktor nilai tambah lainnya bagi masyarakat bila berbanking dengan KB Bukopin, di luar yang lain-lain, seperti suku bunga. Kita tidak mau jual tiket, tapi kita mau orang buka rekening di kita. Ini akan kita leverage juga, terkait yang sedang hits di Indonesia.

Bagaimana dengan sisi funding?
Kita akan selalu coba low cost fund, dalam arti CASA (current account saving account). Caranya, dengan perusahaan-perusahaan besar, kita coba masuk dengan transaction banking, biasanya giro dan current account. Kalau saving, kita dapatkan dari payroll. Kita tidak terlalu mengejar volume tahun ini karena kita sudah mendapatkan capital injection Rp12 triliun tahun ini. Kita lebih menekankan cost of fund lebih turun.

Salah satu CASA yang kita kejar selain dari debitur wholesale, yakni dari pendidikan dan rumah sakit. Karena kalau kita melihat di daerah, basis CASA itu rumah sakit dan pendidikan. Pendidikan itu pasti akan berputar terus. SPP mahasiswa kan terus-menerus. Terus berputar. Kita dapat funding, CASA, operational bank juga di situ. Otomatis mahasiswa dapat kartu, dia punya virtual account, punya rekening di kita, digital, perputarannya luar biasa. Pengalaman kita di pendidikan, kerjanya bukan 2-3 tahun, tapi jangka panjang.

Kemudian kalau Cikarang, Tangerang, kita sasar pabrik-pabrik, manufaktur. Kalau perkotaan, seperti Jakarta, Surabaya, kita kejar perkantoran. Kita ingin menjadi bank yang modern, lebih ke arah digital, produktivitas tinggi, dan profit.

Bagaimana dengan sektor UMKM?
Sektor UMKM sangat kita lihat. Kita masuk KUR, dapat jatah Rp500 miliar di 2023. Tahun lalu cuma Rp50 miliar, suatu jump yang luar biasa. Kita ada swamitra, kita hidupkan dengan teknologi.

KUR ini mendapat dana murah dari pemerintah. Misi kami bukan semata bisnis semata, melainkan juga mendukung perekonomian setempat dan program-program pemerintah. Kita juga mempunyai target UMKM sendiri. Karena nanti ekosistemnya juga akan terbentuk. KB juga salah satu corenya SME. Di Indonesia, siapa yang menguasai SME, akan besar.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
BSSN-Asbanda Kolaborasi...
BSSN-Asbanda Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
MotionBank Aplikasi...
MotionBank Aplikasi Perbankan Digital Bikin Transaksi Lebih Praktis
Berhasil Lintasi Selat...
Berhasil Lintasi Selat Hormuz, 1 Juta Barel Minyak Tiba di Korsel
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Rekomendasi
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved