Perbandingan Kekayaan Low Tuck Kwong dan Hartono Bersaudara, Siapa Paling Tajir di RI?

Sabtu, 28 Januari 2023 - 12:12 WIB
loading...
Perbandingan Kekayaan...
Harta kekayaan raja batu bara Indonesia, Low Tuck Kwong terus melesat naik hingga menjelang akhir Januari 2023, segini perbandingannya dengan Hartono bersaudara. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harta kekayaan raja batu bara Indonesia, Low Tuck Kwong terus melesat naik hingga menjelang akhir Januari 2023 untuk mengukuhkan dirinya sebagai orang terkaya di Indonesia . Mengutip laman daftar Real Time Billionaire Forbes, Sabtu (29/1/2023), kekayaan Low Tuck Kwong naik menjadi USD 28,2 miliar atau sekitar Rp422,7 triliun (asumsi kurs Rp14.990).

Kekayaan pemilik Bayan Resources (BYAN), Low Tuck Kwong melesat naik mengalahkan Hartono bersaudara . Selain mempunyai usaha batu bara, pria kelahiran Singapura ini juga memimpin perusahaan energi terbarukan Singapura bernama Metis Energy atau sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources.

Baca Juga: Rogoh Rp413 Juta, Raja Batu Bara Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham BYAN

Mengukuhkan diri sebagai orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong menggeser Hartono bersaudara yang sudah menduduki posisi puncak dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan dalam daftar orang terkaya sedunia, Low Tuck Kwong bertengger pada posisi ke-51 per akhir pekan hari ini.

Sementara itu harta Hartono bersaudara juga mengalami peningkatan hingga awal tahun 2023, dimana tercatat Robert Budi Hartono memiliki kekayaan sebesar 23,9 miliar dollar AS atau bertambah USD 553 juta yang setara dengan 2,37% menurut daftar Real Time Billionaire Forbes.

Selanjutnya Michael Hartono mengantongi harta kekayaan mencapai USD21,5 miliar yang menurut data terbaru Forbes, meningkat USD 531 juta. Jumlah itu masing-masing setara dengan Rp358 trilun dan Rp322,2 triliun. Robert berada di posisi 68 daftar orang terkaya sejagat dan Michael di posisi 70.

Baca Juga: Profil Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara Jadi Orang Terkaya Baru di Indonesia

Sebelumnya pada 26 Desember 2022 kekayaan Low Tuck Kwong tercatat sebesar USD 27,8 miliar, dimana artinya dalam waktu sebulan lebih kekayaannya meroket kurang lebih 1 miliar dollar AS.

Booming harga komoditas batu bara di tengah perang Rusia Ukraina, membuat pundi-pundi harta pengusaha batu bara itu terus menumpuk tinggi. Harga saham BYAN juga terus melesat dan sempat menyentuh level tertingginya pada Desember lalu.

Harga saham yang terus meningkat turut membuat kapitalisasi pasar BYAN naik menjadi Rp 686 triliun, dan mengokohkan diri sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Low Tuck Kwong merupakan pemegang saham mayoritas BYAN, dengan menggengam 2,03 miliar atau setara 60,93% saham BYAN. Diketahui jiwa pengusaha Low Tuck Kwong sudah dipupuk sejak remaja, dimana Ia bekerja di perusahaan konstruksi ayahnya yang berada Singapura.

Kemudian pada tahun 1972, dirinya pindah ke Indonesia untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Seiring berjalannya waktu, pekerjaannya sebagai kontraktor bangunan mengalami perkembangan dan mendapatkan durian runtuh pada tahun 1997 karena ada yang membeli tambang pertamanya.

Diketahui, Low mendukung SEAX Global yang membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Di sisi lain Robert dan Michael selain memiliki perusahaan raksasa Djarum, dua bersaudara itu juga pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 % saham BCA.

Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik. Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Atasi Ketimpangan, Pengamat...
Atasi Ketimpangan, Pengamat Dorong Enam Agenda Transformasi Ekonomi
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Rekomendasi
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved