Hati-hati! Tergantung Utang Luar Negeri Bahaya Bagi Ekonomi Nasional

Selasa, 14 Juli 2020 - 18:31 WIB
loading...
A A A
"Ini kan situasinya ada quantitative easing The Fed yang membuat investor berburu surat utang di negara berkembang. Jika terjadi tappering off, apa dana nya tidak outflow? Apa antisipasinya. Itu yang perlu dipikirkan pemerintah dan BI," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, utang pemerintah tidak bisa dipisahkan dengan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan produk dari pemerintah dan DPR.
"Kenaikan utang pemerintah adalah konsekuensi dari defisit apbn yang ditetapkan bersama oleh pemerintah dan DPR," kata Piter.

Disisi lain, defisit APBN terjadi karena terbatasnya pajak yang dibayarkan masyarakat sementara disisi lain belanja pemerintah tinggi untuk proyek-proyek pembangunan, besarnya subsidi dan lain-lain. "Kalau kita memang tidak menginginkan utang pemerintah terus bertambah, pilihannya adalah kita disiplin membayar pajak. Dan kita juga tidak mendorong pemerintah melakukan pembangunan yang melebihi kemampuan pemerintah. Hilangkan subsidi, hilangkan bantuan sosial, dan sebagainya," ujar dia.

Menurut dia, tidak banyak negara yang terus menerus mempertanyakan posisi utang pemerintahnya. Sementara sesungguhnya utang pemerintah Indonesia masih jauh dibawah batas yang dianggap tidak aman. "Jika dibandingkan negara-negara peer utang pemerintah masih sangat rendah," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Berita Terkini
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved