Link and Match Vokasi-DUDI, Forum Pengarah Vokasi Dibentuk

Selasa, 14 Juli 2020 - 18:41 WIB
loading...
A A A
FPV yang dibentuk oleh Kemendikbud sendiri terdiri atas 4 sektor, yakni pertama sektor manufaktur, yang menaungi bidang seperti otomasi, otomotif, dan mekatronik; kedua, sektor industri kreatif, yang menaungi bidang seperti startup, produk-produk kreatif (baik produk hasil makanan, produk passion, produk jasa kreatif), industri games, dan TIK.

Ketiga, sektor bidang hospitality, yang menaungi bidang seperti pariwisata terkait, dan; keempat, healtchcare, khusus untuk ini arahnya lebih ke pengiriman tenaga kerja Indonesia yang skillfull dan kompeten ke luar negeri.

Lalu untuk dengan sektor seperti pertanian, Dirjen Wikan mensimulasikan dua kemungkinan, apabila berkaitan dengan teknologi rekayasa, maka itu masuk ke teknologi, kemudian untuk pengolahan produk pertaniannya itu bisa masuk ke industri kreatif. “Lalu bidang ekonomi masuk ke mana? Untuk ekonomi, semuanya bisa masuk. Empat sektor itu tidak kaku,” tegasnya.

Tahun ini Kemendikbud menargetkan sekitar 200 Prodi perguruan tinggi (PT) Vokasi dapat menikah dengan DUDI sesuai dengan 9 paket pernikahan yang telah disusun. PT Vokasi ini sendiri ditargetkan tidak hanya menikah dengan industri besar nasional dan daerah, tetapi juga akan dinikahkan dengan UMKM dan Pemerintah Daerah, NGO, Komunitas, dan berbagai user pengguna lulusan Pendidikan Vokasi lainnya.

Wikan menjelaskan, dalam minggu ini Kemendikbud juga akan melakukan MoU dengan berbagai industry dari BUMN, asosiasi, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI). “Khusus untuk HKI, itu ada 96 HKI yang masing-masing kawasannya punya puluhan hingga ratusan industri di dalamnya. Bisa dibayangkan ada berapa banyak industri yang ada di dalamnya, dan itu mau MoU dengan Kemendikbud,” tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Tarik Tunai Bank BUMN...
Tarik Tunai Bank BUMN via ATM Link Kena Biaya Rp5.000
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved