Link and Match Vokasi-DUDI, Forum Pengarah Vokasi Dibentuk
Selasa, 14 Juli 2020 - 18:41 WIB
loading...
Peranan dari praktisi ini diperlukan agar terjadi sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kemendikbud bekerjasama dengan praktisi industri membentuk Forum Pengasah Vokasi (FPV). Peranan dari praktisi ini diperlukan agar terjadi sinergi antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kemendikbud saat ini tengah menggencarkan program Link and Match atau yang Kemendikbud sebut sebagai program pernikahan massal antara pendidikan vokasi dengan DUDI. Jika link and match ini berhasil maka tidak hanya tidak hanya mahasiswa vokasi yang akan mendapat input pengetahuan namun industri juga akan mendapat SDM terbaik sesuai dengan kebutuhan pembangunan indusri di masa depan.
Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan,berkaitan dengan industri, saat ini industri di Indonesia memiliki banyak pekerjaan rumah di beberapa sektor prioritas. Berkenaan dengan itu pula Kemendikbud kemudian membentuk FPV. Anggota FVP diisi oleh praktisi dari industri yang punya concern dan passion terhadap dunia pendidikan.
FPV sendiri nantinya akan berfungsi sebagai decision maker yang menjadi peran kunci dalam membantu menyukseskan program Link and Match Pendidikan Vokasi dan DUDI. “Kita sudah mengumpulkan mereka (FPV) dari puluhan klaster industri dan sudah diberi SK. Mereka nantinya akan berperan dalam memberikan masukan-masukan terkait vokasi, kurikulum misalnya,” katanya melalui siaran pers.
Desain pembentukan FPV yang diusulkan sendiri mirip dengan Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier (Kadin Jerman), di mana di Jerman sendiri, cabang atau forum terdapat di setiap daerah. Menurutnya, idealnya FPV itu harus ada subforum di daerah. Tapi saat ini, pertamanya FPV didirikan di level nasional dulu dengan harapan dapat menginisiasi Kadin bersama.
Kemendikbud bersama Kadin saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Kadin Jerman untuk mengembangkan roadmap pengembangan vokasi. Langkah awalnya dengan membentuk tim perumusan peta jalan pengembangan Link and Match Vokasi Indonesia.
(Baca Juga: Vokasi Industri, Kadin Beri Informasi Tren Profesi ke Kemendikbud )
Kemendikbud saat ini tengah menggencarkan program Link and Match atau yang Kemendikbud sebut sebagai program pernikahan massal antara pendidikan vokasi dengan DUDI. Jika link and match ini berhasil maka tidak hanya tidak hanya mahasiswa vokasi yang akan mendapat input pengetahuan namun industri juga akan mendapat SDM terbaik sesuai dengan kebutuhan pembangunan indusri di masa depan.
Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbud Wikan Sakarinto mengatakan,berkaitan dengan industri, saat ini industri di Indonesia memiliki banyak pekerjaan rumah di beberapa sektor prioritas. Berkenaan dengan itu pula Kemendikbud kemudian membentuk FPV. Anggota FVP diisi oleh praktisi dari industri yang punya concern dan passion terhadap dunia pendidikan.
FPV sendiri nantinya akan berfungsi sebagai decision maker yang menjadi peran kunci dalam membantu menyukseskan program Link and Match Pendidikan Vokasi dan DUDI. “Kita sudah mengumpulkan mereka (FPV) dari puluhan klaster industri dan sudah diberi SK. Mereka nantinya akan berperan dalam memberikan masukan-masukan terkait vokasi, kurikulum misalnya,” katanya melalui siaran pers.
Desain pembentukan FPV yang diusulkan sendiri mirip dengan Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier (Kadin Jerman), di mana di Jerman sendiri, cabang atau forum terdapat di setiap daerah. Menurutnya, idealnya FPV itu harus ada subforum di daerah. Tapi saat ini, pertamanya FPV didirikan di level nasional dulu dengan harapan dapat menginisiasi Kadin bersama.
Kemendikbud bersama Kadin saat ini juga tengah berkoordinasi dengan Kadin Jerman untuk mengembangkan roadmap pengembangan vokasi. Langkah awalnya dengan membentuk tim perumusan peta jalan pengembangan Link and Match Vokasi Indonesia.
(Baca Juga: Vokasi Industri, Kadin Beri Informasi Tren Profesi ke Kemendikbud )
Lihat Juga :