Realisasi Subsidi Energi 2022 Capai Rp 157,6 Triliun, Menteri Arifin: Tidak Separah Perkiraan
Senin, 30 Januari 2023 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
“Nah di tahun 2023 kita perkirakan kemungkinan jumlah alokasi subsidi energi juga cukup besar, karena kita tahu bahwa wabah masih ada dan kontemplasi konflik yang masih belum habis. Ini tentu saja akan menyebabkan penurunan sektor supply karena terhambatnya supply besar dari Rusia dan kemungkinan juga peningkatan kebutuhan demand dari China dan juga beberapa negara lainnya yang disebabkan kebijakan baru yang sudah mulai dibuka," ungkapnya.
Baca Juga: APBN Jadi Tameng, Subsidi dan Kompensasi Energi 2023 Disiapkan Rp 339,6 Triliun
"Jadi di satu sisi supply verkurang karena belum tentu bisa dikejar negara-negara produsen nah di satu sisi demand akan meningkat, inilah yang perlu kita antisipasi,” tutur Arifin lebih lanjut.
Sebagai informasi, meski lebih rendah dibandingkan target, realisasi subsidi energi pada 2022 ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 122,7 triliun yang terdiri dari subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 72,9 triliun dan subsidi listrik Rp 49,8 triliun.
Baca Juga: APBN Jadi Tameng, Subsidi dan Kompensasi Energi 2023 Disiapkan Rp 339,6 Triliun
"Jadi di satu sisi supply verkurang karena belum tentu bisa dikejar negara-negara produsen nah di satu sisi demand akan meningkat, inilah yang perlu kita antisipasi,” tutur Arifin lebih lanjut.
Sebagai informasi, meski lebih rendah dibandingkan target, realisasi subsidi energi pada 2022 ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 122,7 triliun yang terdiri dari subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 72,9 triliun dan subsidi listrik Rp 49,8 triliun.
(akr)
Lihat Juga :